Thursday, November 9, 2017

Bacaan Liturgi 09 November 2017 Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran. Bait Allah Yang Kudus.

DOA, yang terutama adalah tentang perjumpaan dengan Tuhan dan bertumbuh dalam relasi denganNya.

Berdoa bukan tugas semata atau hanya berorientasi pada hasil.

*Mike Bickle*

#


*Bait Allah Yang Kudus*

BAIT Allah merupakan tempat perjumpaan manusia dengan Allah di dalam keheningan guna menjalin relasi yang intim denganNya.

Jadi, sangat wajar bila Yesus marah saat melihat orang-orang menyalahgunakan Bait Allah, rumah Bapa, menjadi tempat berdagang yang hingar bingar, untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Lewat perikop Injil hari ini, kita diajak untuk menyadari hal berikut:

* Gereja adalah tempat Allah bersemayam, kita harus menjaga kesakralannya antara lain dengan berperilaku yang pantas, mengenakan busana yang sopan, datang tepat waktu, hening. Arahkan seluruh keberadaan kita, baik pikiran, sikap dan hati kita, hanya tertuju kepadaNya.

* Kita adalah bait Allah, roh Allah berdiam di dalam hati kita. Dengan demikian kita harus menjaga kekudusan diri, menjauhkan diri dari segala hal yang tidak berkenan di hadapanNya, agar kita layak menjadi tempat Dia bertahta.

Mari membenahi hidup kita dengan menjadikan Yesus sebagai dasar dan pusat kehidupan kita, agar hidup kita mengalirkan kasih dan kebaikan yang bersumber daripadaNya.

Semoga kelak saat kita dibangkitkan, didapatiNya kita layak untuk hidup bersamaNya di dalam kemuliaan.

#


Bacaan Liturgi 09 November 2017

Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran


Bacaan Pertama
Yeh 47:1-2.8-9.12
Aku melihat air mengalir dari dalam Bait Suci;
ke mana saja air itu mengalir, semua yang ada di sana hidup.


Pembacaan dari Nubuat Yehezkiel:

Sekali peristiwa
aku dibawa malaikat Tuhan ke pintu Bait Suci,
dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu,
mengalir menuju ke timur;
sebab Bait Suci itu juga menghadap ke timur.
Air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci,
sebelah selatan mezbah.
Lalu malaikat itu menuntun aku ke luar
melalui pintu gerbang utara,
dan dibawanya aku berkeliling dari luar
menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur.
Sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.

Lalu malaikat itu berkata kepadaku,
"Sungai ini mengalir menuju wilayah timur,
menurun ke Araba-Yordan,
dan bermuara di Laut Asin;
maka air yang mengandung banyak garam itu menjadi tawar.
Ke mana saja sungai itu mengalir,
segala makhluk yang berkeriapan di dalamnya akan hidup.
Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak,
sebab ke mana saja air itu sampai,
air laut di situ menjadi tawar,
dan ke mana saja sungai itu mengalir,
semuanya di sana hidup.


Pada kedua tepi sungai itu
tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan,
yang daunnya tidak pernah layu,
dan buahnya tidak habis-habis.
Tiap bulan ada lagi buahnya yang baru,
sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus.
Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur
Mzm 46:1-3.5-6.8-9
R:5
Kota Allah yang Mahatinggi,
disukakan oleh aliran sungai.


*Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan,
sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah,
sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.

*Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi,
disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.
Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang;
Allah akan menolongnya menjelang pagi.

*Tuhan semesta alam menyertai kita,
kota benteng kita ialah Allah Yakub.
Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan,
yang mengadakan pemusnahan di bumi.

Bacaan Kedua
1Kor 3:9b-11.16-17
Kamu adalah tempat kediaman Allah.


Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara,
kamu adalah ladang Allah dan bangunan-Nya.
Sesuai dengan kasih karunia Allah
yang dianugerahkan kepadaku,
aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap
telah meletakkan dasar,
dan orang lain membangun terus di atasnya.
Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan,
bagaimana ia harus membangun di atas dasar itu.
Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain
daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Tidak tahukah kamu,
bahwa kamu adalah bait Allah,
dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu
?
Jika ada orang yang membinasakan bait Allah,
maka Allah akan membinasakan dia.
Sebab bait Allah adalah kudus
dan bait Allah itu ialah kamu.


Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil
2Taw 7:16
Telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini,
supaya nama-Ku tinggal di sini untuk selama-lamanya.


Bacaan Injil
Yoh 2:13-22
Bait Allah yang dimaksudkan Yesus ialah tubuh-Nya sendiri.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Ketika sudah dekat hari raya Paskah orang Yahudi,
Yesus berangkat ke Yerusalem.
Dalam Bait Suci didapati-Nya
pedagang-pedagang lembu, kambing-domba dan merpati,
dan penukar-penukar uang duduk di situ.
Maka Yesus membuat cambuk dari tali
lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci
dengan semua kambing-domba dan lembu mereka;
uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah,
dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata,
"Ambil semuanya ini dari sini,
jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan!"


Maka teringatlah murid-murid Yesus bahwa ada tertulis,
"Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."

Tetapi orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya,
"Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami,
bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"
Jawab Yesus kepada mereka,
"Rombaklah Bait Allah ini,
dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."

Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya:
"Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini,
dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah
ialah tubuh-Nya sendiri.


Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati,
barulah teringat oleh murid-murid-Nya
bahwa hal itu telah dikatakan-Nya.
Maka percayalah mereka akan Kitab Suci
dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

Demikianlah Injil Tuhan.

#


Mutiara Iman

BAIT ALLAH
9 Nopember 2017

"Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah BAIT ALLAH?" (1 Kor 3:16)


Lectio
Yeh 47:1-2,8-9,12; Mzm 46:2-3,5-6,8-9; 1Kor 3:9b-11,16-17; Yoh 2:13-22

Sejak itu Lukito pun berhenti merokok. Suatu malam dia pergi makan dengan teman baiknya, Hassan, yang memesan banyak makanan, jeroan dan makanan yang tidak sehat. Setelah makan mereka bercerita tentang pekerjaan, dan Hassan berkata :
"To, ayo kita coba rokok electric. Tidak terlalu berbahaya."
Tetapi Lukito menjawab :
"Aku sudah tidak mau merokok lagi San! Bahkan sekarang tiap hari aku jalan pagi selama satu jam. Jadi bisa sekalian berdoa Rosario. Aku merasa TUBUH ini jadi fit dan aku pun semakin bersyukur pada Tuhan. Oleh karenanya aku saran, jagalah tubuh dengan makanan yang sehat dan cukup kenyang saja, juga sebaiknya kita berhenti merokok dan minum alkohol, kemudian rajin berolah raga, maka pasti kita akan sehat dan fit terus."
Namun Hassan menjawab :
"Ya ini kan tubuhku! Terserah aku toh!" 


Lalu Lukito menjawab :
"Kamu ingin siapa yang tinggal di tubuhmu? Roh Tuhan atau Segala emosi, amarah, iri, egois? Pasti Roh Tuhan kan? Bagaimana supaya Tuhan bisa tinggal di tubuh kita? Kita harus merawatnya dan bukan merusaknya. Karena tubuh kita adalah BAIT ALLAH."

Paulus berkata dalam suratnya :
"Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah BAIT ALLAH dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?"

Tubuh kita adalah BAIT ALLAH.

Oratio
Ya Roh Kudus, tinggallah selalu di dalam diriku. Amin

Missio
Marilah kita menjalani hidup ini sebagai KRISTUS yang HIDUP.
Have a Blessed Thursday

#


No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.