KEINGINAN mendikte prioritas kita,
prioritas membentuk pilihan kita,
dan pilihan menentukan tindakan kita.
*Dallin H. Oaks*
#
*Undangan Kasih Allah*
SAAT kita mengadakan pesta, tentunya kita mengharapkan para undangan untuk datang memeriahkan pesta kita.
Alangkah kecewa dan sedih hati kita, ketika orang-orang yang telah kita pilih, menolak undangan kita dengan berbagai alasan.
Sebagai umat beriman yang telah menerima keselamatan dari Allah, Ia mengharapkan kita bersedia menerima undangan kasihNya, dengan hidup sesuai dengan kehendakNya.
Namun banyak orang yang menyia-nyiakan keselamatan yang telah di anugerahkanNya. Mereka lebih mengutamakan kepentingan pribadi, materi, karier dan popularitas.
Sehingga dengan berbagai macam dalih, mereka mengabaikan kehidupan berdoa, malas untuk menghadiri perjamuan Ekaristi maupun kegiatan rohani lainnya, enggan untuk berkomunitas dan terlibat dalam pelayanan.
Allah menjadi urutan terakhir atau bahkan tidak tercantum di dalam daftar prioritas hidup mereka. Betapa Allah sungguh berduka melihat tingkah laku umat yang dikasihiNya.
Kita harus menyadari bahwa dengan menolak undangan Allah, berarti kita kehilangan kesempatan untuk dapat menikmati perjamuanNya kelak.
Mari berjuang untuk memperbaiki hidup kita; jangan selalu mengutarakan berbagai macam dalih dan alasan untuk membenarkan tindakan kita.
Namun, segeralah tanggapi undanganNya dengan menyatakan "YA". Dengan penyertaan dan bimbinganNya, niscaya kita akan dimampukan untuk tetap setia dalam menjalani pilihan kita.
#
Bacaan Liturgi 07 November 2017
Selasa Pekan Biasa XXXI
Bacaan Pertama
Rom 12:5-16a
Kita masing-masing adalah anggota satu sama lain.
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:
Saudara-saudara,
kita ini, walaupun banyak, merupakan satu tubuh dalam Kristus,
masing-masing adalah anggota satu sama lain.
Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan
menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita.
Jika karunia itu untuk bernubuat,
baiklah kita bernubuat sesuai dengan iman kita.
Jika untuk melayani, baiklah kita melayani.
Jika untuk mengajar, baiklah kita mengajar.
jika untuk menasihati, baiklah kita menasihati.
Siapa yang membagi-bagikan sesuatu,
hendaklah ia membagi-bagi dengan hati yang ikhlas.
Siapa yang memberi pimpinan,
hendaklah ia memimpin dengan rajin.
Siapa yang menunjukkan kemurahan hati,
hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.
Kasihmu janganlah pura-pura!
Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
Hendaklah kalian saling menaruh kasih sebagai saudara
dan saling mendahului dalam memberi hormat.
Janganlah kerajinanmu berkurang,
biarlah rohmu bernyala-nyala, dan layanilah Tuhan.
Bersukacitalah dalam pengharapan,
sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa.
Bantulah orang-orang kudus dalam kekurangan
dan berusahalah selalu memberikan tumpangan!
Berkatilah orang yang menganiaya kalian!
Berkatilah dan jangan mengutuk!
Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita,
dan menangislah dengan orang yang menangis.
Hendaklah kalian sehati sebudi dalam hidupmu bersama.
Janganlah kalian memikirkan yang muluk-muluk,
tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana.
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur
Mzm 131:1.2.3
Tuhan, lindungilah aku dalam damai-Mu.
*Tuhan, aku tidak tinggi hati,
dan tidak memandang dengan sombong;
aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar
atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
Sungguh, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku;
seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya,
ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel,
dari sekarang sampai selama-lamanya!
Bait Pengantar Injil
Mat 11:28
Datanglah kepada-Ku semua yang letih lesu dan bebeban berat.
Aku akan memberikan kelegaan kepada kalian.
Bacaan Injil
Luk 14:15-24
Pergilah ke semua jalan dan persimpangan
dan paksalah orang-orang yang ada di situ masuk,
karena rumahku harus penuh.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada waktu itu Yesus diundang makan oleh seorang Farisi.
Sementara perjamuan berlangsung,
seorang dari tamu-tamu berkata kepada Yesus,
"Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
Tetapi Yesus berkata kepadanya,
"Ada seorang mengadakan perjamuan besar.
Ia mengundang banyak orang.
Menjelang perjamuan dimulai,
ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan,
'Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.'
Tetapi mereka semua minta dimaafkan.
Yang pertama berkata,
'Aku baru membeli ladang dan harus pergi melihatnya;
aku minta dimaafkan.'
Yang lain berkata,
'Aku baru membeli lima pasang lembu kebiri
dan aku harus pergi mencobanya;
aku minta dimaafkan.'
Yang lain lagi berkata,
'Aku baru saja menikah,
dan karena itu aku tidak dapat datang.'
Maka kembalilah hamba itu
dan menyampaikan semua itu kepada tuannya.
Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya,
'Pergilah segera ke segala jalan dan lorong kota
dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan cacat,
orang-orang buta dan lumpuh.'
Kemudian hamba itu melaporkan,
'Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan.
Sekalipun demikian, masih ada tempat.'
Maka tuan itu berkata,
'Pergilah ke semua jalan dan persimpangan
dan paksalah orang-orang yang ada di situ, masuk,
karena rumahku harus penuh.'
Sebab Aku berkata kepadamu,
Tidak ada seorang pun dari para undangan itu
akan menikmati jamuan-Ku."
Demikianlah Injil Tuhan.
#
⭕Mutiara Iman
*JANGAN PURA-PURA*
7 Nopember 2017
_"Hendaklah kasih itu jangan PURA-PURA!"_
(Rm 12:9)
Lectio
Rm 12:5-16a; Mzm 131:1,2,3; Luk 14:15-24
Suatu sore Deny pulang ke rumahnya dan bertemu dengan Ayahnya.
"Den besok kamu ada acara kantor ya?" tanya sang ayah.
"Betul pah, kami akan berkunjung ke Panti Asuhan dan mengajar adik-adik kita di sana. Kenapa Pah?"
Ayahnya menjawab :
"Papa mau ikut yah."
Lalu dengan wajah kaget Deny berkata :
"Yang bener pah?! Biasa papa kalau diajak BAKSOS selalu ada alasan."
Jawab sang Ayah :
"Iya, kan besok papa mau bertemu dengan Sandy, ayahnya temanmu. Papa sedang ada proyek dengannya. Kalau memiliki satu KEBIASAAN yang sama, semoga bisa melancarkan proyek papa."
Dengan wajah sedikit marah Deny berkata :
"Pah, Deny sangat kecewa mendengar alasan Papa untuk ikut ke Panti. Papa hanya mementingkan DIRI SENDIRI. Kasih Papa tidak Tulus! Deny kuatir Papa mengasihi saya juga karena ada MAUNYA."
Maka terdiamlah Ayahnya mendengar perkataan Deny dan setelah beberapa saat, ia berkata :
"Terima kasih Deny. Kamu benar dan papa minta maaf karena apa yang akan papa lakukan adalah salah."
Paulus berkata dalam suratnya :
"Hendaklah KASIH itu JANGAN PURA-PURA! Jauhilah yang jahat dan LAKUKANLAH yang BAIK."
KASIH SEJATI tidak ada KEPALSUAN.
Oratio
Ya Tuhan, jadikanlah aku anggota TUBUHMU yang selalu memberikan KASIH. Amin
Missio
_Marilah kita melakukan perbuatan KASIH dengan IKHLAS, RAJIN dan PENUH SUKACITA._
*Have a Blessed Tuesday.*
Mutiara-Iman.org
#


No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.