RenHar Rabu.
13 Juli 2016.
*
Mutiara Iman.
ORANG KECIL
13 Juli 2016
"..karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil" (Mat 11:25)
Lectio
Yes 10:5-7, 13-16; Mzm 94:5-6,7-8,9-10,14-15; Mat 11:25-27
Di suatu kelas seorang guru bernama Juper menunjukkan gambar seorang pengemis berkaki satu sedang meminta uang.
Ia bertanya:"Apakah reaksi kalian dari pengemis tersebut?"
Budi, anak salah satu orang kaya di desa itu menjawab:"Ia seorang yang malas karena hanya bisa mengandalkan belas kasihan orang!"
Lalu Doni, anak kepala desa menjawab:"Ia membuat desa kita menjadi tidak indah lagi"
dan yang terakhir Sinta, anak penjual gado-gado menjawab:
"Ia adalah Pak Daniel yang setiap hari bapak saya berikan nasi, supaya ia tetap bisa hidup."
Mendengar jawaban Sinta, semua orang memandangnya dan Juper berkata:
"Sinta, kamu bisa melihat Yesus di diri Pak Daniel. Kita pun harus memiliki mata hati seperti Sinta".
Yesus berkata:"karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil"
Ketika kita menjadi kecil, kita mampu melihat sesuatu yang Besar.
Oratio
Ya Tuhan, jadikanlah hatiku seperti hati seorang hamba. Amin.
Missio
Marilah kita melakukan karya kerahiman dengan mau menjadi yang kecil supaya mampu melihat sesuatu yang Besar.
Have a Blessed Wednesday.
*
= WAHYU ALLAH =
Dalam Injil hari ini Yesus berdoa, berterima kasih & bersyukur kpd Bapa di Surga utk mengungkapkan hikmat Allah kpd murid2Nya.
Doa Yesus juga berisi peringatan bahwa kebanggan intelektual, dingin- nya hati & keras kepala akan memisah- kan kita dari kasih Allah & Kerajaan- Nya.
Kesombongan adalah akar dari segala kejahatan & pengaruhnya mendorong org utk berbuat dosa.
Kebanggaan adalah cinta ber - kelebihan atas diri sendiri dengan mengorbankan org lain & estimasi yg berkelebihan atas kepentingan diri sendiri.
Jika kebanggaan adalah akar dari segala dosa & kejahatan, maka ke - rendahan hati adalah satu2nya tanah dimana kasih karunia Allah dapat berakar.
Kerendahan hati sbgmn hati se- org anak yg sederhana tanpa kepura- puraan & selalu menggantungkan kepercayaan kpd Allah.
Hanya dgn kerendahan hati maka org dpt menerima kebijaksanaan sejati & pemahaman tentang Allah & jalan-Nya.
Yesus adalah Wahyu Allah yang sempurna !
Dalam Yesus kita melihat kasih Allah yg sempurna, Allah yg peduli & mencintai tanpa batas / syarat !
Marilah mohon, semoga Tuhan Yesus memberikan kita sikap kerendahan hati & karunia iman spt anak kecil utk melihat wajah-Nya dgn sukacita & keyakinan atas belas kasih-Nya !!!
Dan semoga Tuhan menghapus setiap keraguan, ketakutan & pikiran yang akan menghalangi kita untuk menerima Sabda-Nya dengan kepercayaan & penyerahan ...
Met hr Rabu, 13 Juli
*
Tips of the day:
day 1411.
Ketika mengalami sesuatu yang baik, banyak orang sering menganggapnya sebagai suatu keberuntungan. Pastinya banyak sekali keberuntungan yang kita alami di dalam hidup kita. Kadang keberuntungan besar menjadi momen berarti untuk dikenang, namun yang lebih sering terjadi adalah keberuntungan-keberuntungan kecil yang menghiasi hari-hari kita.
Sesungguhnya semua itu bukan ada secara kebetulan semata, tetapi karena kebaikan dan bukti penyertaan-Nya bagi kita.
Ketika kita sungguh-sungguh hidup di dalam Dia, janji-Nya bukan sekedar teori. Janji-Nya bisa kita alami secara nyata dalam hidup kita.
Hanya saja mata kita yang kurang melihat dan telinga kita yang kurang mendengar.
"Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar." (Matius 13:16).
Selamat pagi sahabat, have a blessed day!
*
Shalom....
LENTERA HIDUP
" Hanya Anugerah
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.
- Yohanes 3:3.
Kita tidak dapat menolong orang buta dengan menyalakan lampu.
Kita tidak dapat menolong orang tuli dengan membunyikan musik.
Kita tidak dapat memperbaiki yang ada di bagian dalam dengan menghias bagian luarnya.
Kita tidak dapat menolong orang berdosa dengan memberinya peraturan agamawi.
Kata-kata tersebut sangat cocok untuk orang-orang Farisi, suatu golongan dari para rabi Yahudi yang berpegang pada Taurat dan adat istiadat nenek moyang secara mutlak. Orang Farisi berpikir bahwa jalan ke surga bisa diusahakan dengan melakukan Taurat secara sempurna.
Kehadiran Yesus yang membawa berita anugerah, terang saja bertentangan dengan orang2 Farisi. Berita anugerah itulah yg rupanya mengusik hati Nikodemus, seorang Farisi, untuk datang kepada Yesus.
Di sinilah Nikodemus menerima pengajaran yang masih sangat asing baginya, "Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." (Yoh 3:3)
Orang Farisi berpikir bahwa manusialah yg melakukan pekerjaan, Yesus berkata bahwa Allahlah yang melakukan pekerjaan.
Orang Farisi berpikir bahwa keselamatan adalah pertukaran dari perbuatan baik, Yesus berkata bahwa keselamatan adalah anugerah.
Orang Farisi berpikir bahwa usaha manusia adalah untuk memperolehnya, Yesus berkata bahwa usaha manusia cukup dengan menerimanya.
Kita tidak dapat membereskan dosa, dengan menghias bagian luar hidup kita melalui ritual dan peraturan agamawi yg kita jalankan dengan sempurna.
Itu hanya polesan.
Polesan di bagian luar memang bisa membuat mata jadi silau karena sedemikian indah, tapi itu tidak bisa mencegah karat yang ada di bagian dalam.
Aturan-aturan agamawi yang kita jalankan dengan sempurna memang bisa membuat kita terlihat saleh, tapi tanpa anugerah Allah ,dosa tetap tersimpan rapi dlm hidup kita.
Bagaimana dengan hidup kita?
Terimalah AnugrahNya. Amin.
GBU.
*
St Henry Wednesday 13th July.
Matthew 11:25-27.
At that time Jesus declared, "I thank thee, Father, Lord of heaven and earth, that thou hast hidden these things from the wise and understanding and revealed them to babes; yea, Father, for such was thy gracious will. All things have been delivered to me by my Father; and no one knows the Son except the Father, and no one knows the Father except the Son and any one to whom the Son chooses to reveal him.
St Therese of Lisieux explained: 'Our Lord needs from us neither great deeds nor profound thoughts. Neither intelligence nor talents. He cherishes simplicity'.
Sometimes people with great intellectual talents are unable to understand You, Lord. Many people attended Your sermons. Some, like Scribes and Pharisees, were wise; they had studied the Scriptures and knew by heart many of the prophecies. They "understood" all Your words. But they didn't get it. The big and the powerful of Your time, Jesus, didn't follow You, but some fishermen, publicans and a few illiterate men and women did.
Simple saints have turned the world upside down; their memory is alive still, while powerful men, kings, emperors and thinkers have been buried and long forgotten.
The virtue of simplicity allows God to do His part.
Simplicity prevents saints from pretending that they are someone they are not; it allows them to be seen by men as they are seen by God. They listen to God, and God listens to them.
St Josemaría met a holy woman called Enriqueta, who was mentally ill. The only thing she could do was pray. There was at the time a very anti-catholic newspaper; so St Josemaría asked Enriqueta to pray for that newspaper to close down.
In a few months, without any explanation, the newspaper went bankrupt and closed for ever.
St Josemaría was sure that the simplicity of Enriqueta was more powerful than the newspaper's editors.
Simplicity and humility attract Our Lord's gaze. The most simple and humble of all was a Woman of Nazareth. She caught the attention of God when she considered herself the 'handmaid of the Lord'. To her everything was revealed. God liked her simplicity so much that He made her His Mother... and yours and mine.
May she help us to take after her in this virtue as well.
*
RenHar Rabu.
13 Juli 2016.
Kesederhanaan.

No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.