Mutiara Iman
KEPADA YANG MEMPUNYAI AKAN DIBERI
18 Nopember 2015
"Setiap orang yang mempunyai kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya" (Luk 19:26)
Lectio:
2 Mak 7:1,20-31; Mzm 17:1,5-6,8b-15; Luk 19:11-28
Setelah bersama-sama lulus dari KPKS St Paulus, Rudi dan Edi memiliki mimpi yang sama yaitu menjadi pewarta.
"Sudah 3 tahun kita mengenal Tuhan, masak tidak melakukan apa-apa?" kata Edi dan disetujui oleh Rudi juga.
Tiga tahun kemudian, Rudi diundang untuk mewarta di sebuah acara Persekutuan, di sesi ke-3.
Karena ingin mengenal suasana, ia datang dari pagi.
Ketika pewarta pertama memberikan pewartaan, ada seorang bapak yang bertanya banyak hal tentang kitab suci, bahkan mengetes pewartanya, sehingga sesi pertama menjadi sedikit heboh.
Merasa mengenali suara si bapak yang bertanya, Rudi pun melihat lebih jelas dan ternyata orang itu adalah Edi, temannya!
Setelah selesai, Rudi mendekati Edi dan mereka saling berpelukan sembari dilihat beberapa peserta.
Lalu Rudi bertanya:
"Bagaimana pewartaanmu?"
Edi dengan tenang menjawab:
"Aku melihat banyak pewarta yang kurang berkualitas, sehingga aku sering mengetes mereka, supaya mereka juga mau belajar seperti kita!"
Mendengar itu Rudi berkata:
"Edi, rasanya bukan seperti itu tujuan kita belajar. Justru kita harus berbagi iman, agar semakin dikuatkan. Kalau kamu hanya mengetes orang semata, maka semakin terkikislah Sabda Tuhan dalam hati kita."
Mendengar itu, Edi pun terdiam, dan sejak itu, Edi tidak pernah mencerca lagi.
Setiap orang yang mempunyai kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.
Ketika kita berbagi apa yang kita miliki, Tuhan akan memberikan lebih banyak lagi.
Oratio:
Yesus, Engkaulah andalanku. Amin
Missio:
Marilah kita membagikan Yesus yang kita alami secara pribadi agar iman kita semakin bertumbuh.
Have a Blessed Wednesday.
***
SabdaNya Rabu 18 - 11 - 15
2 Mak 7:1,20-31. Luk 19:11-28
Shalom,
7 bersaudara dg ibunya ditangkap raja Antiokhus krn tdk mau melawan larangan hk Taurat untk memakan daging babi.
Satu persatu mrk dibunuh mel siksaan yg sngt keji, shg tinggal anak yg bungsu bersama ibunya.
Antiokhus berusaha membujuk si bungsu ini dg menawarkan pengampunan, kekayaan n kekuasaan (kedudukan tinggi).Artinya, dia menjanjikan semua hal yg sngt dipuja bnyk org.
Ttp ibu anak2 ini sngt luar biasa imannya. Dia meneguhkan anaknya dg kata2nya ; bkn aku yg memberi km nafas n hdp, jg bkn aku yg menata bgn2 tubuhmu. Jgn takut terhadap pembunuh2 ini tp jadikanlah dirimu berguna spt saudara2mu.Terimalah kematian ini shg engkau blh berjumpa kembali dg saudara2mu (2 Mak 7: 22,29).
Pd akhirnya si bungsu n ibunya dibunuh dg kejam krn tetap setia kepd iman mrk.
Mrk sekeluarga menjadi pemenang2 iman. Kepahlawanan mrk dikenang sepanjang masa n Tuhan pasti memberi mrk kebahagiaan dialam keabadian, yg jauh melampaui penderitaan hebat yg mrk alami.
Seorg tuan memberi pinjaman modal kepd 10 hambanya untk dipakai berdagang, selama dia pergi.
Yg 2 org memanfaatkan kepercayaan itu dg berusaha se baik2nya.Yg satu jauh lbh berhasil dr yg kedua.
Ttp ketika tuannya pulang, keduanya mendpt pujian yg sama dr tuannya, krn bg tuan yg kaya raya itu, hasil yg mrk capai tdk bnyk artinya.
Yg sngt dia hargai adlh kesetiaan ke 2 hamba itu yg mau bekerja dg sungguh2 selagi dia pergi, selagi tdk ada yg mengawasi.
Akan ttp hamba yg ke 3 hamba yg malas n hatinya penuh iri n dengki, shg dia tdk mau mengusahakan apa yg tlh dipercayakan tuannya.Dia mmg tdk menghabiskan uang itu untk ber foya2 ttp dia tdk mau mengusahakannya.
Tuannya kecewa skl dg dia n kmdn menyuruh hamba2nya yg lain untk menghukum dia.
Allah menganugerahkan kepd kita talenta n karunia2 Roh serta membukakan kesempatan2. Dia ingin kita mengembangkannya dg serius spy dpt berguna bg diri kita sendiri n jg org lain.
Allah mempercayakan itu semua bkn krn jasa atau kelebihan2 kita ttp semata krn kemurahan hatinya.
Sepantasnyalah kl kita mensyukuri kepercayaan itu dg berusaha memanfaatkannya dg semaksimal mgkn. Allah tdk menuntut kesuksesan. Yg Dia kehendaki adlh usaha n niat baik kita.
Ke 2 bacaan Alkitab hari ini menekankan arti kesetiaan. Ibu n 7 anak lakinya bgt tegar menghadapi ancaman siksaan keji n tawaran akan sgl kenikmatan dunia, krn mrk ingin membalas kebaikan Tuhan n percaya akan kebahagiaan hdp kekal.
Ke 2 hamba yg ditinggal pergi tuannya untk wkt yg tdk diberi tahu, menunjukkan kesetiaan kepd tuannya dg bekerja sungguh2 sklpn tdk ada yg mengawasi.
Kristus mengatakan setiap org yg mempunyai (iman n pengharapan ) akan diberi (kebahagiaan n kedamaian),ttp siapa yg tdk mempunyai, dp nya akan diambil jg yg ada pdnya.
Dg dmkn org yg tdk mau bersyukur (yg diwujudkan dg kesetiaan kepd ajaran2 Allah), hdpnya akan sll dipenuhi dg keluh kesah, iri, dengki yg menyiksa bkn hanya dlm kehidupan didunia ini saja ttp jg dlm keabadian.
Smg kita terus slg meneguhkan spt ibu yg meneguhkan anak2nya dlm menghadapi kekejian raja, shg suatu saat kita semua dpt mengalami kebahagiaan yg berlimpah dialam keabadian.
Gbu all n hv a blessed Wednesday.
***
Dedication of the Basilica of St Peter and St Paul
Wed 18th Nov.
Lk 19:11-28
Jesus said to his disciples, "A nobleman went into a far country to receive a kingly power and then return. Calling ten of his servants, he gave them ten pounds, and said to them, 'Trade with these till I come.'"
We have meditated many times on the parable of the talents. The master gave each of his servants something to trade with until he came back. He gave them the money and instructions, but made no mention of the time of his return. He didn't give any indication about how much time they had to trade and make their talents bear fruit, because the time is 'NOW'.
Some people waste their time planning to do things in the future and never manage to do them.
Some want to become souls of prayer, or to be holy, or to do the Will of God, or to change the world... And they plan it; they think about it; they consult people and devise a course of action... But they never do it:
'I will give this to God',
'I will do this for God',
'I will go to confession'...
As St Augustine reminds us: "God has promised you 'forgiveness', but He has not promised you 'tomorrow'".
Saints were saints because they never left anything for tomorrow; because they didn't know if they would have 'tomorrow'.
They didn't plan to be holy. They 'tried' to be holy.
They didn't plan to be friends with Jesus: they 'tried' to become His friends.
They knew that talents don't last forever.
A man was given a very expensive bottle of wine and he decided to keep it for a very special occasion. But no occasion was ever 'special enough' for him.
The wedding of his daughter came but he thought: 'Not special enough. There are many weddings'.
His 50th wedding anniversary came but he thought: 'Next year it will be 51, which will be better than 50'.
Time passed and he never found a special occasion.
Eventually he died and during his funeral his children decided to open the bottle, but the wine had gone off already and had to be thrown away.
Too much waiting!
Too much waste!
Let's not wait to become holy: this is the moment, today is the day, the time to be holy is now!
Hodie, nunc! is the Latin for "today, now!"
Each of my days is packed with 1,440 minutes — 1,440 opportunities for holiness.

No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.