
No one like you!
"Love the Lord your God,
with all your heart
and with all your soul
and with all your mind
and with all your might. "
During her life in monastic, Teresa Martin of Lisieux was determined to let herself be loved by God. Sr.Teresa want to be a victim of love so that love of God is not hidden.
Sr.Teresa love a sister who hated and often make Teresa annoyed. Sr.Teresa accept every word and attitude is underestimated.
At one point, Sr.Teresa accused of breaking a vase. Sr.Teresa accepted although she did not solve it.
Sr.Teresa's motivation in every action is to love God so that she would sacrifice her own. Sr.Teresa show that holiness can be achieved by anyone, no matter how low, despicable and ordinary people. Here's how: Do small jobs and daily tasks with a pure love of God.
Because her attitude and her love, the Catholic Church to be raised Sr.Teresa, Santa Teresa of Jesus' childhood / Little Teresa. St.Teresa became the patron saint of missions (with St.Franciskus Xavier)
St.Teresa prayer of Jesus' childhood (at age 7 years):
"Jesus, would you like a toy. Let me be your toy! Consider this your ball. If you will raise, how glad I am. If you want to kick around, please! And if you want forsaken in the corner because of boredom, fine. I will wait patiently and faithfully. But if you want to stab your ball ... Oh, Jesus of course it hurt like hell, but there was yours! "
Reference Bible:
Hosea.14:2-10 + Psalms.81:6-11,14,17 + Luke.12:28-34
Hos.14:2-10 + Mzm.81:6-11,14,17 + Luk.12:28-34

"Kasihilah Tuhan Allahmu,
dengan segenap hatimu
dan dengan segenap jiwamu
dan dengan segenap akal budimu
dan dengan segenap kekuatanmu."
(Disingkat: Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap HaWa KalBuKu)
Semasa hidupnya dalam membiara, Theresia Martin dari lisieux bertekad membiarkan dirinya dicintai oleh Allah. Sr.Theresia mau menjadi korban cinta kasih supaya cinta Allah tidak tersembunyi.
Sr.Theresia mengasihi seorang suster yang membencinya dan sering membuat Sr.Theresia jengkel. Sr.Theresia menerima setiap perkataan dan sikap yang meremehkannya.
Suatu ketika, Sr.Theresia dituduh memecahkan sebuah vas bunga. Sr.Theresia menerimanya walaupun bukan dia yang memecahkannya.
Motivasi Sr.Theresia dalam setiap tindakannya adalah untuk mencintai Tuhan sehingga dia mau mengurbankan kehendaknya sendiri. Sr.Theresia menunjukkan bahwa kesucian dapat dicapai oleh siapa saja, betapa pun rendah, hina dan biasa orang itu. Caranya: melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kecil dan tugas sehari-hari dengan penuh cinta kasih yang murni kepada Tuhan.
Karena sikap dan kasihnya, Gereja Katolik mengangkat Sr.Theresia menjadi Santa Theresia dari kanak-kanak Yesus/ Theresia kecil. St.Theresia menjadi santa pelindung misi (bersama St.Fransiskus Xaverius)
Doa St.Theresia dari kanak-kanak Yesus (saat berusia 7 tahun):
"Yesus, tentu Engkau senang mempunyai mainan. Biarlah saya menjadi mainanMu! Anggap saja saya ini bolaMu. Bila akan Kauangkat, betapa senang hatiku. Jika hendak Kausepak kian kemari, silahkan! Dan kalau hendak Kautinggalkan di pojok kamar lantaran bosan, boleh saja. Saya akan menunggu dengan sabar dan setia. Tetapi kalau hendak Kautusuk bolaMu ... O,Yesus tentu itu sakit sekali, namun terjadilah kehendakMu!"
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.