
We're Special! Together We're One!
Tuesday, October 6, 2009.
Sound
"Lord, hear my voice! Let your ears attentive to the voice of my wish. "
Once,
A young man felt the parents, too fussy, too much meddling in his business. This young man feels he's an adult, can handle everything, everything he could do.
Until one day, young man trapped between drugs and gambling. At that moment, he felt alone, felt sad, felt no friends who care about him. He felt frustrated, desperate.
Some time later, a voice call. Apparently the parents are calling. For a moment he wanted to hang up, but did not commit to the sound of love from their parents saying. Without felt, he told me the problem.
For a moment this young man surprised by parents who thought she was not useful, can give good advice. This young man was missing a lot of things because he did not listen and follow his conscience.
Selasa, 6 Oktober 2009.
SUARA
“Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.”
Alkisah,
Seorang pemuda merasa orang tuanya, terlalu cerewet, terlalu ikut campur dalam urusannya. Pemuda ini merasa dia sudah dewasa, segalanya bisa ditanganinya, segalanya dapat dia kerjakan.
Sampai suatu ketika, Pemuda itu terjebak antara obat terlarang dan judi. Saat itu, dia merasa sendiri, merasa susah, merasa tidak ada teman-temannya yang peduli padanya. Dia merasa frustasi, putus asa.
Beberapa waktu kemudian, terdengar suara telepon. Rupanya orang tuanya yang menelpon. Sesaat dia ingin menutup teleponnya, tapi tidak dilakukannya karena mendengar suara kasih saying dari orang tuanya. Tanpa terasa, dia menceritakan masalahnya.
Sesaat pemuda ini heran karena ternyata orang tua yang dipikirnya tidak berguna, bisa memberi nasehat yang bagus. Pemuda ini merasa banyak hal yang hilang karena dia tidak mendengarkan dan mengikuti suara hatinya.
Ref.:
Yun.3:1-10
Mzm.130:1-4,7-8
Luk.10:38-42.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.