
We're Special! Together We're One!
Saturday, October 10, 2009.
ACTION
"The blessed are those who hear the word of God and keep it."
Once,
A young man got advice from his parents that he lives honestly. The youth tried to act honestly in his office, but he felt the lack. While he sees his friends do a lot of manipulation action, take action yourself lucky, and other actions that make a lot of money.
Soon after, the boy began to try. First, do well and get decent money. The first action was followed by a second, third, and so on.
Now the young man was married and had several sons and daughters. The youth has become a father, who were dissatisfied because their children do not want to live well, living children are always lazy, relying on parents' wealth, took his name to borrow money to his friends.
He felt ashamed of her friends. He did not understand why his mother (his wife) was not able to teach their children to act the good. He felt, rather than his children were good, had a car, had a treasure, why else should make him hard? He felt, if he did something less than admirable, it was because he lacked. He was dizzy, to how to find solutions for their children.
Sabtu, 10 Oktober 2009.
TINDAKAN
“Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”
Alkisah,
Seorang pemuda mendapat nasehat dari orang tuanya agar dia hidup dengan jujur. Sang pemuda mencoba berbuat jujur di kantornya, tapi dia merasa kekurangan. Sementara dia melihat teman-temannya melakukan banyak tindakan manipulasi, tindakan ambil untung diri sendiri, dan tindakan lainnya yang menghasilkan banyak uang.
Tak lama kemudian, sang pemuda mulai mencoba. Pertama, berhasil dengan baik dan mendapatkan uang yang lumayan. Tindakan pertama dilanjutkan dengan yang kedua, ketiga, dan seterusnya.
Sekarang sang pemuda telah menikah dan mempunyai beberapa putra dan putri. Sang pemuda telah menjadi seorang ayah, yang merasa tidak puas karena anak-anaknya tidak mau hidup dengan baik, hidup anak-anaknya selalu bermalasan, mengandalkan harta orang tua, membawa namanya untuk meminjam uang kepada teman-temannya.
Dia merasa malu kepada teman-temannya. Dia tidak mengerti kenapa sang Ibu (istrinya) tidak mampu mengajar anak-anaknya untuk bertindak yang baik. Dia merasa, bukannya anak-anaknya sudah enak, punya mobil, punya harta, kenapa lagi harus membuat dia susah? Dia merasa, kalau dia melakukan tindakan yang kurang terpuji, itu karena dia kekurangan. Dia pusing, harus bagaimana mencari solusi untuk anak-anaknya.
Ref.:
Yl.3:12-21
Mzm.97:1-2,5-6,11-12
Luk.11:27-28
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.