
We're Special! Together We're One!
Tuesday, December 22nd 2009
SAVIOR
Mary said: "My soul magnifies the Lord, and my spirit rejoices in God my Savior."
An Activist testified that before he came to Christianity, he is a man of another religion and religious opposition Christian, believed to be religious infidels, misleading people, only promises, worshiped as a prophet of the Lord & Savior, and said the prophet is the Son God, even said themselves as children of God.
One time, he participated burned churches and break things in the church. At that time, he was doing the right thing, destroying error / atrocities, combating Christian. Truth and Justice must be served either smooth or with violence. Creating the Sword of Truth.
A few days later, he felt there was someone who called his name and say why he burned His house, even insulting Himself. The activist was surprised, he's looking for the source of the sound and found that he did not see anyone. These things last a few days and the longer he was afraid of solitude. But the activists remained silent and did not tell his fears to others.
On another occasion, he came back to destroy the church in a place. At that moment he felt the crucified Jesus was talking to him, asking why he had come and damage to His house. At that moment, he felt compelled to speak with a Christian, to remove doubts and distractions he faced. And he met a priest / pastor.
The longer the activists listened, the more profound remorse and realized a misunderstanding, lack of experienced he and his friends. He is aware, there are certain people who want to destroy religious harmony and misleading with the commands (which seems correct). He became a Christian and then he felt peace in his heart and mind.
Ref.:
1.Sam.1:24-28
1.Sam.2:1,4-7
Luk.1:46-56
Selasa, 22 Desember 2009
JURUSELAMAT
Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku."
Seorang aktivitis bersaksi bahwa sebelum dia masuk menjadi Kristen, dia adalah seorang yang beragama lain dan menentang agama kristen, yang dipercaya sebagai agama orang kafir, menyesatkan orang, hanya memberikan janji, menyembah seorang nabi sebagai Tuhan & Juruselamat, dan mengatakan nabi tersebut adalah sang Putra Allah, bahkan mengatakan diri mereka sebagai anak-anak Allah.
Suatu ketika, dia ikut serta membakar gereja dan merusak barang-barang di gereja. Pada saat itu, dia merasa melakukan hal yang benar, menghancurkan kesesatan/ kebatilan, memerangi kristenisasi. Kebenaran dan Keadilan harus ditegakkan baik secara halus ataupun dengan kekerasan. Menciptakan Kebenaran dengan Pedang.
Beberapa hari kemudian, dia merasa ada seseorang yang memanggil namanya dan mengatakan mengapa dia membakar rumah-Nya, bahkan menghina diri-Nya. Sang Aktivis terkejut, dia mencari sumber suara itu dan ternyata dia tak melihat siapa-siapa. Hal-hal berlangsung beberapa hari dan semakin lama dia merasa takut akan kesendiriannya. Namun sang aktivis diam saja dan tidak menceritakan ketakutannya kepada orang lain.
Pada kesempatan lain, dia ikut kembali menghancurkan gereja pada suatu tempat. Saat itu dia merasa Yesus yang tersalib itu berbicara kepadanya, menanyakan mengapa dia ikut serta merusak rumah-Nya. Pada saat itu, dia merasa harus berbicara dengan seorang Kristen, untuk menghilangkan keraguan dan gangguan yang dihadapinya. Dan dia menemui seorang romo/ pastur.
Semakin lama sang aktivis mendengarkan, semakin mendalam penyesalannya dan menyadari kesalah pahaman, ketidak mengertian yang dialami dia dan teman-temannya. Dia sadar, ada orang-orang tertentu yang ingin merusak kerukunan hidup beragama dan menyesatkan dengan perintah-perintah (yang sepertinya benar). Dia menjadi Kristen dan setelah itu dia merasa damai sejahtera di dalam hatinya.