"Terima kasih, Tuhan !
Sungguh besar kasihMu kepada kami sekeluarga, penantian selama 26 tahun akhirnya berbuah......."
SAYA SIAP MENANGGUNG RESIKO.
Saya
terlahir dari keluarga Katolik, suami saya beragama Pantekosta.
Almarhum ayahnya adalah seorang pendeta muda, salah satu adiknya menjadi
seorang pendeta sedangkan saudara2 lainnya terlibat aktif dalam
pelayanan di gereja.
Saat kami menikah, suami setuju
untuk menyerahkan pendidikan agama anak2 kepada saya karena dia sendiri
jarang pergi ke gereja, hanya saat Natal, dia datang ke gerejanya dan
sesekali ke gereja saya.
Saya tidak pernah memaksa
suami untuk pindah ke Katolik, karena dulu saya yang mengambil keputusan
untuk memilih dia, jadi saya juga harus siap menanggung resikonya.
Selama
menjalani pernikahan kami, tidak pernah ada keributan mengenai soal
agama, semuanya berjalan damai; hanya ada rasa kehilangan saat datang ke
gereja hanya bersama anak2 saja.
SURPRISE KADO ULANG TAHUN