Showing posts with label Dare to Trust Jesus. Show all posts
Showing posts with label Dare to Trust Jesus. Show all posts

Tuesday, May 15, 2012

Renungan Selasa, 15 Mei 2012. PERCAYA RAMALAN BINTANG?

Bacaan Setahun : Mazmur 3-4, 12-13, 28, 55

Nats : Sebab bangsa-bangsa yang daerahnya akan kaududuki ini mendengarkan kepada peramal atau petenung, tetapi engkau ini tidak diizinkan Tuhan, Allahmu, melakukan yang demikian.
(Ulangan 18:14)


PERCAYA RAMALAN BINTANG?

Bacaan : Ulangan 18:9-22


Orang kristiani membaca Horoskop, bolehkah? Barangkali sebagian menjawab: "Boleh saja, kan tidak memercayainya" atau "Ah, saya cuma iseng saja, kok. Tidak ada maksud mendalami, apalagi memercayai." Sebagian yang lain dengan tegas berkata tidak pada horoskop, karena itu artinya praktik ramal yang adalah dosa. Apa kata Alkitab tentang hal ini?

Praktik ramal meramal sudah ada sejak zaman bangsa Israel. Tuhan mengingatkan mereka bahwa praktik-praktik semacam itu akan banyak dijumpai ketika mereka masuk negeri Kanaan
(ayat 9, 14).

Umat Tuhan haruslah mendengarkan suara Tuhan, dengan cara yang Tuhan tentukan (ayat 15). Meminta petunjuk pada dewa, arwah, roh peramal, orang mati, atau hal-hal lain di luar cara Tuhan, berarti pemberontakan terhadap Tuhan (ayat 11-12; bandingkan Imamat 19:26, 31). "Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi Tuhan" (ayat 12).

Masalah horoskop jauh melampaui soal boleh atau tidak boleh membaca. Ini masalah hati yang berpaut pada Tuhan sebagai satu-satunya otoritas dalam hidup.

Kita perlu menyelidiki hati: mengapa saya lebih banyak mencari petunjuk akan masa depan di luar firman Tuhan? Tidakkah itu berarti saya meragukan petunjuk-Nya? Waspadalah! Hal itu tidak sepele di mata Tuhan! Jangan pula merasa sudah benar jika kita tak pernah membaca horoskop. Bisa jadi kita tidak membaca karena tidak ingin dipandang negatif, namun sebenarnya kita juga mencari petunjuk dalam hal-hal lain. Hati yang berpaut kepada ilah lain, itulah kekejian bagi Tuhan. --NDR

PANCANGKAN TINGGI-TINGGI TIANG KEKUDUSAN
UNTUK MENOLAK SEGALA KEKEJIAN YANG MENDUKAKAN TUHAN.

Thursday, February 16, 2012

‎​Mutiara Iman. 16 Februari 2012. KENALILAH YESUS SANG MESIAS.

"Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!" (Mrk 8:29).

Lectio:
Yak 2:1-9; Mzm 34:2-3,4-5,6-7; Mrk 8:27-33

KENALILAH YESUS SANG MESIAS!

Seorang anak pengusaha kaya baru saja kembali ke tanah air setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri. Sebagai 'putera mahkota' sudah terpikir olehnya akan jabatan Direktur di perusahaan ayahnya.

Sunday, April 18, 2010

18.Apr.2010: Follow the instruction



So He told them,"Let your net down on the right side of your boat, and you will catch some fish."

Dream story of a man who walked with Jesus on the beach:

A man very happy because he was walking with Jesus on the beach. They chatted. The man was asking a lot of things and happy events that have happened to Jesus. Jesus answered all his questions. One time, he looked back and he was glad to see two pairs of footprints footsteps, Jesus' feet and him.

They continued combing the beach, inhaling the fresh sea air on the morning of that day. Until one moment, he ventured, asking the sad events in nature. Jesus remained silent and listened well. The man looked very emotional, recalled the bitter feelings which in its natural, flowing tears unnoticed. When he wiped tears from his eyes, he saw the trail of footprints behind them live a couple. His heart grew sad. He felt sad because he was alone. Then he asked, "Jesus, why hast thou forsaken me alone, when I'm sad?"

Jesus smiled and then He replied, "My brother, when thou sorrow and suffering, I carry you, so there is only one set of footprints, that is My footsteps." The man would no longer contain his grief, he cried, cried, he believes that Jesus always be there for any events his experienced.


A minister told me that his parents objected when he wanted to become a priest. His parents objected because he was a man the only one in the family. So he prayed and took action to take the order which he said the most difficult to accept. He prayed and surrendered to Jesus. It turned out he was accepted in the order, and he believed that was the way he should become a priest. And this event has been going on for nearly twenty five years ago.


Bible references:
Acts.5:27b-32,40b-41 + Psalms.30:2,4-6,11-13 + Revelation.5:11-14 + John.21:1-19
Kis.5:27b-32,40b-41 + Mzm.30:2,4-6,11-13 + Why.5:11-14 + Yoh.21:1-19



Maka kata Yesus kepada mereka,"Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh."


Kisah mimpi seorang laki-laki yang berjalan dengan Yesus di pantai:

Seorang laki-laki sangat senang karena dia sedang berjalan-jalan bersama Yesus di pantai. Mereka bercakap-cakap. Laki-laki itu menanyakan banyak hal dan kejadian gembira yang telah terjadi kepada Yesus. Yesus menjawab semua pertanyaannya. Suatu ketika, laki-laki itu menengok ke belakang dan dia senang karena melihat dua pasang jejak tapak kaki, kaki Yesus dan kakinya.

Mereka terus berjalan menyisiri pantai, menghirup hawa laut yang segar pada pagi hari itu. Sampai suatu saat, lelaki itu memberanikan diri, menanyakan kejadian-kejadian sedih yang di alaminya. Yesus diam saja dan mendengarkan dengan baik. Laki-laki itu terlihat sangat emosional, perasaannya teringat kejadian pahit yang di alaminya, air matanya tanpa terasa mengalir. Saat dia menghapus air matanya, dia melihat jejak tapak kaki di belakang mereka tinggal sepasang. Hatinya bertambah sedih. Dia merasa saat sedih, dia berada seorang diri. Dia pun bertanya,"Yesus, mengapa Engkau meninggalkan aku seorang diri, saat aku sedang sedih?"

Yesus tersenyum dan lalu dia menjawab,"Sahabat-Ku, saat engkau duka dan menderita, engkau Ku-gendong, sehingga hanya ada satu pasang jejak kaki, yaitu jejak kaki-Ku." Laki-laki itu tak kuat lagi menahan rasa sedihnya, dia menangis, menangis terharu, dia percaya bahwa Yesus selalu berada di sisinya apapun kejadian yang dialaminya.


Seorang pastur bercerita bahwa orang tuanya keberatan saat dia ingin menjadi pastur. Kedua orang tuanya berkeberatan karena dia adalah anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga. Maka dia berdoa dan mengambil tindakan mengambil ordo yang menurutnya paling sulit untuk menerimanya. Dia berdoa dan pasrah kepada Yesus. Hasilnya ternyata dia diterima di ordo tersebut, dan dia percaya bahwa memang jalannya dia harus menjadi seorang pastur. Dan kejadian ini telah berlangsung hampir selama dua puluh lima tahun yang lalu.