Monday, October 5, 2026

260051. Kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu.

Senin Pekan Biasa XXVII, 05 Okt 2026. (Hijau)
PF S. Faustina Kowalska, Perawan

Warna Liturgi: 
Bacaan I: Gal 1:6-12
Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-2.7-9.10c
Bait Pengantar Injil: Yoh 13:34
Bacaan Injil: Luk 10:25-37



*"Kasihilah Tuhan, Allahmu,
dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu,
dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu.
dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."


*Tahu bukan berarti melakukan.

*Saya terinspirasi kisah Pastor yang ditolong Gusdurian — Ketapang, Kalimantan. (http://Sesawi.net).

*Alkisah, seorang Pastor Katolik dari Tayap jatuh motor di jalan berpasir, tanki pecah, bensin tumpah. Motor tidak bisa dinyalakan.

Beberapa motor lewat, tidak mau berhenti. Imam dan Lewi versi modern.

Lalu datang seorang bapak pulang dari ladang, pakai motor bebek. Dia berhenti, mendorong motor pastor sejauh 50 km kembali ke Ketapang dengan kakinya di pedal.

Saat ngobrol, bapak itu bilang: _"Saya muridnya Gus Dur, Romo. Awake dhewe seduluran."_ 

Seorang Muslim menolong seorang Pastor Katolik. 
(Miripkah Orang Samaria menolong orang Yahudi?).



*Saya rasanya pernah ditanya seseorang tentang pertanyaan yang hampir sama dari seorang ahli kitab yang mencobai Yesus, tentang siapakah sesama manusia, saya menjawab, 
"Ada seorang yang pergi dari desa ke kota dan harus melewati hutan/ daerah rawan bahaya, lalu dia jatuh ke tangan para perampok yang merampoknya, memukulinya, lalu meninggalkannya setengah mati disana.

Kemudian ada seorang imam (pemimpin agama) turun melalui jalan itu, hanya melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.

Berikutnya seorang seorang pemimpin umat datang ke tempat itu. Ia melihat orang itu tapi ia segera melewatinya dari seberang jalan.

Lalu datanglah seorang desa yang ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya,
sesudah menyiraminya dengan minyak dan anggur (obat).
Kemudian
ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri
lalu membawanya ke tempat penginapan terdekat dan merawatnya.
Keesokan harinya
ia menyerahkan dua ratus ribu yang hanya dimilikinya kepada pemilik penginapan itu,
katanya, 'Rawatlah dia, dan jika kaubelanjakan lebih dari ini,
aku akan menggantinya waktu aku kembali.'"


*Pertanyaan refleksi untuk saya:
Siapakah sesama manusia
dari orang yang jatuh ke tangan perampok (kesusahan) itu?

Saya juga pernah diposisi orang 'yang menolong' dan juga"yang melewati" orang yang sedang kesusahan (kecelakaan).

Saya juga pernah diposisi orang 'yang ditolong' dan juga"yang dilewati" saat saya sedang kesusahan (kecelakaan).



*Ya Tuhan Allahku...
Engkau selalu ingat akan perjanjian-Mu.
Sungguh besarlah perbuatan-perbuatan-Mu.
Aku bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku.

*Kebenaran dan keadilan ialah Perbuatan tangan-Mu.
Perintah-Mu kokoh lestari selalu.
Engkau memberikan kebebasan kepada umat-Mu.

Perjanjian-Mu kudus dan dahsyatlah nama-Mu.

*Amin.


#



Uploaded Image

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.