RH.Rm.Antara.KAJ
1 2 3.......yes..........Gbu
Badai Pasti Berlalu
______________
Renungan Harian: Rm.Antara.KAJ
Hari Raya Pentakosta
Minggu 19 mei 13
http://goo.gl/qdbKG
_______________
Bacaan hari ini
Minggu 19 Mei
= Yohanes 14:15-16,23b-26 =
Dalam hidup kita kadangkala sulit menemukan jalan keluar dalam masalah yang kita hadapi. Hal ini bukan karena kita tidak mampu menyelesaiknnya atau tak sanggup menghadapinya. kita membutuhkan orang lain.
Akan tetapi kitapun harus menyadari, bahwa ada Penolong lain yang selalu menyertai kita setiap saat, bahkan ketika orang lain tidak berdaya membantu kita. Itulah Roh Penolong yang telah, sementara dan akan terus menaungi kehidupan kita.
Apapun yang kita usahakan, kita harus rendah hati untuk bertanya, alamat mana yang harus saya tuju dalam kehidupan yang sesungguhnya, jalan mana yang harus saya pilih.
Bersama TUHAN, tujuan dan arah hidup kita akan menjadi jelas dan pasti.........
1 2 3.......yes..........Gbu
________________
BADAI PASTI BERLALU.....
Seorang anak mengemudikan mobil bersama ayahnya.
Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti.
"BAGAIMANA, Ayah? Kita berhenti?" Si Anak bertanya.
"Teruslah mengemudi !" kata Ayahnya
Anaknya tetap menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujanpun turun. Beberapa pohon bertumbangan, BAHKAN ada yg diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan. Terlihat kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi & berhenti.
"Ayah…!?"
"Teruslah mengemudi!" kata Ayah sambil terus melihat ke depan. Anaknya tetap mengemudi dgn bersusah payah. Hujan lebat menghalangi pandangan hanya berjarak beberapa meter saja. Si Anak mulai takut, namun tetap mengemudi walaupun sangat perlahan.
Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, dirasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang. Setelah beberapa kilometer lagi, sampailah mereka pd daerah yg kering & matahari bersinar.
"SILAHKAN berhenti & keluarlah", kata Ayah.
"KENAPA sekarang?", tanya sianak.
"Coba lihat kebelakang, agar kau bisa melihat seandainya kita tadi berhenti di tengah badai".
Sang Anak berhenti & keluar. Dia melihat jauh di belakang sana badai yg masih berlangsung.
Dia membayangkan orang-orang yg terjebak di sana. Dia baru mengerti bahwa jangan pernah berhenti ditengah badai karena akan terjebak dalam ketidakpastian.
Jika kita sedang menghadapi "badai" kehidupan, teruslah berjalan, jangan berhenti & putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yg terus menakutkan.
Lakukan saja yg dapat kita lakukan & yakinkan diri bahwa DIA ada bersama kita, ingat bahwa BADAI PASTI BERLALU !
Tetap semangat God always loves u.
________________
God Bless All of You.
1 2 3.......yes..........Gbu
Badai Pasti Berlalu
______________
Renungan Harian: Rm.Antara.KAJ
Hari Raya Pentakosta
Minggu 19 mei 13
http://goo.gl/qdbKG
_______________
Bacaan hari ini
Minggu 19 Mei
= Yohanes 14:15-16,23b-26 =
Dalam hidup kita kadangkala sulit menemukan jalan keluar dalam masalah yang kita hadapi. Hal ini bukan karena kita tidak mampu menyelesaiknnya atau tak sanggup menghadapinya. kita membutuhkan orang lain.
Akan tetapi kitapun harus menyadari, bahwa ada Penolong lain yang selalu menyertai kita setiap saat, bahkan ketika orang lain tidak berdaya membantu kita. Itulah Roh Penolong yang telah, sementara dan akan terus menaungi kehidupan kita.
Apapun yang kita usahakan, kita harus rendah hati untuk bertanya, alamat mana yang harus saya tuju dalam kehidupan yang sesungguhnya, jalan mana yang harus saya pilih.
Bersama TUHAN, tujuan dan arah hidup kita akan menjadi jelas dan pasti.........
1 2 3.......yes..........Gbu
________________
BADAI PASTI BERLALU.....
Seorang anak mengemudikan mobil bersama ayahnya.
Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti.
"BAGAIMANA, Ayah? Kita berhenti?" Si Anak bertanya.
"Teruslah mengemudi !" kata Ayahnya
Anaknya tetap menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujanpun turun. Beberapa pohon bertumbangan, BAHKAN ada yg diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan. Terlihat kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi & berhenti.
"Ayah…!?"
"Teruslah mengemudi!" kata Ayah sambil terus melihat ke depan. Anaknya tetap mengemudi dgn bersusah payah. Hujan lebat menghalangi pandangan hanya berjarak beberapa meter saja. Si Anak mulai takut, namun tetap mengemudi walaupun sangat perlahan.
Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, dirasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang. Setelah beberapa kilometer lagi, sampailah mereka pd daerah yg kering & matahari bersinar.
"SILAHKAN berhenti & keluarlah", kata Ayah.
"KENAPA sekarang?", tanya sianak.
"Coba lihat kebelakang, agar kau bisa melihat seandainya kita tadi berhenti di tengah badai".
Sang Anak berhenti & keluar. Dia melihat jauh di belakang sana badai yg masih berlangsung.
Dia membayangkan orang-orang yg terjebak di sana. Dia baru mengerti bahwa jangan pernah berhenti ditengah badai karena akan terjebak dalam ketidakpastian.
Jika kita sedang menghadapi "badai" kehidupan, teruslah berjalan, jangan berhenti & putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yg terus menakutkan.
Lakukan saja yg dapat kita lakukan & yakinkan diri bahwa DIA ada bersama kita, ingat bahwa BADAI PASTI BERLALU !
Tetap semangat God always loves u.
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.