Friday, July 29, 2011

HIDUP DENGAN SEPENUH HATI

 
Kemarin saya telah membuat janji dengan seorang teman baik untuk meliput sebuah perusahaan. Karena pemilik perusahaan tiba-tiba berhalangan, sehingga mendadak memberitahu perubahan tanggal, sehingga tidak memuaskan temanku. Sekali pun dia bertubuh kecil, bila sedang marah kelihatannya tidak akan ada orang yang mampu menahannya.
Saya yang di samping mencoba mendinginkan emosinya, juga harus menahan senyum.

Namun setelah dipikir-pikir lagi, karena sudah sampai di daerah ini, tidak ada buruknya memanfaatkan kesempatan ini untuk membagikan materi fakta, sama dengan menyempatkan diri sejenak dalam kesibukan padat untuk melakukan pekerjaan yang ingin dikerjakan. Di jalan, melihat banyak orang berlalu lalang, mereka mengobrol dan bersenda gurau menikmati hidup, melewati waktu dengan tanpa beban. Mengenang jalan hidup yang saya tempuh sendiri, setiap hari seolah terdapat pekerjaan yang tiada habisnya, tak terhindarkan terbersit perasaan sedih.

Dalam bekerja, sering kali timbul banyak keterikatan hati, sulit untuk dapat melepaskan diri dari belenggu nama dan keuntungan secara keseluruhan. Namun saat menginterospeksi, satu hal yang dapat menghibur adalah saya masih dapat ikut melakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dipikir secara cermat, berbagai hal dalam bekerja agar manusia dapat saling berhubungan, berkesempatan menemukan kekurangan. Apabila liputan kali ini berjalan sesuai rencana, mungkin akan sulit mempunyai kesempatan untuk menyadari kehidupan, hal ini juga dapat disebut sebagai mendapat berkah dalam musibah.

Manusia adalah sedemikian kecil, bagaikan debu yang tak berarti. Datang ke dunia bagaikan menginap di hotel, esok hari sudah akan angkat kaki, setelah itu akan ke mana? Bagaimana takdir di kemudian hari, siapa gerangan yang dapat mengetahuinya? Terlebih lagi tidaklah semestinya mengatakan sampai berjumpa lagi di kemudian hari. Kehidupan adalah sedemikian mendesak waktunya, bagaimanakah kita boleh membiarkannya berlalu begitu saja!

Nama besar, keuntungan dan kekuasaan di dunia fana ini hanyalah seperti awan dan asap yang lewat, tidaklah perlu begitu diperhatikan, lebih baik mengikuti suratan takdir. Asal segalanya dilakukan sepenuh hati, mungkin akhirnya akan menemukan bahwa di dunia ini masih ada yang layak kita sayangi dan genggam. Di tengah kesibukan hidup yang sangat padat, kita cari sebuah hati yang damai, mengembalikannya pada kesederhanaan. Saya pikir ini juga merupakan pelajaran yang diberikan Tuhan dalam hidup saya!
[Meilinda Chen, Jakarta]

==================================
Kamis,  28 Juli 2011
Hari Biasa Pekan XVII
 
Kel 40:16-21,34-38
Mzm 84:3-6a,8a,11
Mat 13:47-53
 
----------------------------------------------------------
 
Saya pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Kalau sudah begitu, rasanya ingin sekali bertemu setiap saat. Kalau sudah bertemu, rasanya ingin berlama-lama dengannya. Sepertinya tak ada yang bisa memisahkan. Idealnya, hubungan kita dengan Tuhan pun seperti itu.

Kalau kita sudah merasakan jatuh cinta kepada Tuhan, rasanya ingin berlama-lama berada dalam hadiratNya. Syair lagu berikut
menggambarkan indahnya saat kita boleh menikmati hadiratNya…

Hanya dekat Allahku rasa tenang hatiku.
Kau sertai jalanku s’panjang hidupku.
Hanya dekat padaMu ada kekuatan baru.
Kaulah perlindunganku kes’lamatanku.
Kuingin s’lalu bersekutu denganMu.
Menikmati hadiratMu.
Biarkan Rohmu tinggal dalam hidupku.
Sungguh indah bersamaMu selamanya.

Bacaan dalam kitab Mazmur menceritakan perasaan pemazmur saat ia berada di dalam hadirat Tuhan. Rasa bahagia yang teramat sangat, yang tidak bisa tergantikan oleh apapun juga. Bahkan ada ayat yang mengatakan “lebih baik satu hari di pelatar-anMu daripada seribu hari di tempat lain”. Itu berarti berapapun waktu yang kita persembahkan pada Tuhan sangatlah berarti. Ya, karena Tuhan selalu menghargai waktu yang kita berikan untuk bersamaNya.

Mari berikan waktu kita untuk menyenangkan hatiNya. Percayalah, Dia juga punya rasa kangen pada kita…dan sangat besar! (Art)
Apakah saya merindukan saat-saat berada bersama Tuhan?
 

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.