
"I am one with them, and You are one with Me, so that they may become completely one. ... You love My followers as much as You love Me."
Jen often feel sad because her father and mother often quarreled. Jen saw them not compact, less communication, but they have been married a dozen years. Although less happy, sometimes Jen uses this opportunity to gain personal advantage, both in funding and permission to use something or travel. Jen's expcet that her father and mother can more in love like their stories when they were dating. Jen promised in her heart, so that can become a family unifier, find ways to meet them more often, doing fun activities together, be a confidant of her father and mother so they want to confide in her.
Anton had long felt less good communication with his wife. Compared to twenty years ago, where they can talk heart to heart, from morning till night. Not bored, seemed still a lot of things that have not been told. Anton also confused, how can it happen, speak more than a half-hour was a waste of time. Sometimes she thought, when going out once there is no such advanced technologies today, how use telephone (mobile), internet, and other information technology, make his life to be simple. Anton hopes that technological advances are capable exploited to enhance family relationships, such as increase his business.
Dewi felt she was too demanding her to be superwoman. She should work to develop a career, serving her husband, caring for their children, taking care of home and family business. Dewi feels tired, the load is too heavy. Dewi aware that this is not good, even going to be a big problem if this continues for a long time. Dewi willing to try this advanced technology to simplify their lives, delegating most tasks. Dewi aware that family harmony is more important than raising the business.
A priest in his sermon said that many people use technology not in the right time in the right place. Advances in technology have not been utilized to make someone's life or family for the better. The priest is hoping to use mobile phones to communicate with each other at a distance, but the meeting each other is the most important. The priest hopes the Internet can improve knowledge, power of thought, the spirit of friendship and broadership, but we should not use this technology for things that are destroying ourselves and our families. Often people think and act better.
Bible References:
Acts.7:55-60 + Psalms.97:1-2,6-7,9 + Revelation.22:12-14,16-17,20 + John.17:20-26
Kis.7:55-60 + Mzm.97:1-2,6-7,9 + Why.22:12-14,16-17,20 + Yoh.17:20-26

"Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu... Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku."
Jen sering merasa sedih karena ayah dan ibunya sering bertengkar. Jen melihat mereka tidak kompak, kurang komunikasi, padahal mereka telah menikah belasan tahun. Walaupun kurang senang, kadangkala Jen menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan keuntungan pribadi, baik dalam dana maupun izin menggunakan sesuatu atau berpergian. Jen berharap ayah dan ibunya bisa lebih saling mencintai seperti cerita mereka sewaktu mereka berpacaran. Jen berjanji dalam hatinya, agar mampu menjadi pemersatu keluarga, mencari jalan agar mereka lebih sering ketemu, melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama-sama, menjadi orang kepercayaan ayah dan ibunya agar mereka mau curhat kepadanya.
Anton merasa sudah lama komunikasinya dengan isterinya kurang baik. Dibandingkan dua puluh tahun yang lalu, dimana mereka bisa bicara dari hati ke hati dari pagi hingga malam hari. Tidak bosan, serasa masih banyak hal yang belum diceritakan. Anton juga bingung, bagaimana hal itu bisa terjadi, bicara lebih dari setengah jam terasa membuang waktu. Kadangkala dia berpikir, sewaktu pacaran dulu itu tidak ada teknologi yang maju seperti saat ini, bisa telpon (mobile), bisa internet, dan teknologi informasi lainnya. Anton berharap kemajuan teknologi yang ada mampu dimanfaatkannya untuk meningkatkan hubungan keluarganya seperti meningkatkan bisnisnya.
Dewi merasa suaminya terlalu menuntut dirinya untuk menjadi manusia super. Dia harus bekerja mengembangkan karier, melayani suami, mengasuh anak-anak mereka, mengurus rumah dan bisnis keluarga. Dewi merasa lelah, bebannya terlalu berat. Dewi sadar bahwa hal ini tidak baik, bahkan akan jadi masalah besar jika hal ini berlanjut dalam waktu yang lama. Dewi mau mencoba teknologi yang maju saat ini untuk mempermudah hidupnya, mendelegasikan sebagian besar tugasnya. Dewi sadar bahwa keharmonisan keluarga lebih penting dari pada membesarkan bisnisnya.
Seorang romo dalam kotbahnya mengatakan banyak orang menggunakan teknologi kurang pada tempatnya. Kemajuan teknologi belum dimanfaatkan untuk membuat kehidupan seseorang atau keluarga menjadi lebih baik. Romo tersebut berharap mobile handphone digunakan untuk saling berkomunikasi di saat jauh, tetapi bertemu adalah yang terpenting. Romo berharap internet bisa meningkatkan ilmu pengetahuan, daya pikir, semangat persahabatan dan wawasan yang lebih luas, namun sebaiknya tidak menggunakan teknologi ini untuk hal-hal yang menghancurkan diri sendiri dan keluarga. Seringkali seseorang berpikir dan bertindak sendiri padahal hasil musyawarah/ keputusan bersama anak menghasilkan jauh lebih banyak dan bagus.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.