
Mary Magdalene then went and told the diciples that she had seen the Lord.
At first in her grief, Mary Magdalene did not recognize the risen Jesus, at presumably He is a gardener. When Jesus called her name, she realized that in front of it has stood the risen Jesus, who loved and respected. Then,Mary Magdalene can understand the meaning of the Resurrection of Jesus.
Once, a mother is very sad as she lost his only son. This grief led her went to Buddha. She told injustice Almighty, because she is philanthropic, do good, should lose her beloved son.
After listening to the outcry, the stories and the sadness of the mother, with a smiling Buddha said, "Are you so sad? And like your son returned to accompany the mother in the world?"
With the mother immediately replied, "Of course, I want to."
The Buddha then said, "Fine. Go to your neighbor's and ask for a grain of rice from each family went to mom when they never sad. When collected in 1 cup of this small, your son will return to accompany the mother in the world."
Soon the mother left for her mission. The next day until late at night, the mother has been seeing a lot of people ask for in a grain of rice. But she has not obtained a single grain of rice, because no single family member / neighbor who was never sad / lost family members. Her neighbors have experienced, their parents death, there is also a brother / sister / brother who is sick / dies.
Soon the mother understand that her grief is vain, useless either for her or others.
Bible References:
Acts.2:36-41 + Psalms.33:4-5,18-22 + John.20:11-18
Kis.2:36-41 + Mzm.33:4-5,18-22 + Yoh.20:11-18

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, "Aku telah melihat Tuhan."
Pada awalnya dalam kedukaannya, Maria Magdalena tidak mengenali Yesus yang telah bangkit, di kiranya Dia adalah tukang kebun. Saat Yesus memanggil namanya, Maria sadar bahwa di depannya telah berdiri Yesus yang telah bangkit, orang yang disayanginya dan dihormatinya. Dan saat itu Maria Magdalena mengerti arti Kebangkitan Yesus.
Alkisah, seorang ibu sangat sedih saat kehilangan putra tunggalnya. Kesedihannya ini mengantar dia pergi menemui Sang Budha. Dia menceritakan ketidak adilan Yang Maha Kuasa, karena dia yang suka menderma, berbuat baik, harus kehilangan putra yang disayanginya.
Setelah mendengarkan keluh kesah, cerita dan kesedihan sang ibu, dengan tersenyum sang Budha mengatakan,"Apakah Ibu sangat sedih? Dan ingin putra ibu kembali menemani ibu di dunia?"
Dengan segera sang ibu menjawab, "Tentu saja, saya mau."
Sang Budha kemudian berkata, "Baik. Pergilah ibu ke rumah tetangga ibu dan mintalah sebutir beras dari setiap keluarga yang ibu datangi bilamana mereka tidak pernah sedih. Bilamana terkumpul dalam 1 gelas kecil ini, putra ibu akan kembali menemani ibu di dunia."
Segera sang ibu berangkat menjalankan misinya. Keesokan hari sampai larut malam, sang ibu telah menemui banyak sekali orang untuk di minta sebutir beras. Namun dia belum mendapatkan satu butir beras, karena tak ada satupun anggota keluarga /tetangganya yang tak pernah sedih/ kehilangan anggota keluarganya. Tetangganya pernah mengalami, orang tuanya mininggal, ada juga saudaranya/ kakaknya/ adiknya yang sedang sakit parah/ meninggal.
Segera sang ibu mengerti bahwa kesedihannya adalah sia-sia, tak berguna baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.