Saturday, March 27, 2010

27.Mar.2010: Live for Sharing



"What should we do? Because this man (Jesus) made a lot of miracles"


When Jesus came to Bethania after Lazarus died four days. When Jesus says that your brother (Lazarus) will rise. Martha believed that Lazarus would rise at the end of time. And Mary said: "Lord, if you were here, my brother would not die." They had never seen people who have died to live again. And this is the first time they see for themselves that it could happen. They believe the words of Jesus who says I am the resurrection and the life: whoever believes in Me, he will live, even though he was dead. And this makes problems for the religious leaders who worried about the shift of their followers to Jesus.

Grandpa Choi (Choi Kwi Dong), previously was a rich man in Korea, but Japanese occupation made him exiled to Siberia. On returning to his hometown, poverty is everywhere, it is seen by many beggars (including himself) and an opium addict (stress, trying to forget their problems). Life is hard, become beggars food, Grandpa Choi was still able to accommodate and care for people, 18 other beggars (they are paralyzed, blind and infected with TB). Grandpa Choi feed them one by one, after he had nothing left to eat. Beg food not for only him but to help those who are not able to find food, beside that Grandpa Choi is suffer high blood pressure disease, frostbitten feet and hit a little disturbed soul.

Father John Oh, who saw it, preaching to seek funding to be able to create a shelter for the beggars, until 15 November 1976, eighteen people beggars who occupy a house called the House of Love. This leads into a reservoir which is named Flower Village / Kkottongnae. Then Kkottongnae to be a Training Institute of Love, shelter babies thrown their parents, mentally disabled children, elderly people who suffered (including those experiencing mental illness). Gratitude many volunteers who want to come there to help ease the work of social workers there.

Detail Info:
http://www.flower-vill.com

Bible References:
Ezekiel.37:21-28 + Jeremiah.31:10-13 + John.11:45-56
Yeh.37:21-28 + Yer.31:10-13 + Yoh.11:4



"Apakah yang harus kita buat? Sebab orang ini (Yesus) membuat banyak mujizat"


Ketika Yesus datang ke Bethania setelah Lazarus wafat empat hari. Saat Yesus mengatakan bahwa saudaramu(Lazarus) akan bangkit. Marta percaya bahwa Lazarus akan bangkit pada akhir zaman. Dan Maria berkata:"Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati." Mereka belum pernah melihat orang yang telah meninggal dapat hidup kembali. Dan inilah pertama kalinya mereka melihat sendiri bahwa hal itu dapat terjadi. Mereka percaya ucapan Yesus yang mengatakan Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati. Dan ini membuat masalah buat para pemuka agama yang kuatir akan beralihnya para pengikut mereka ke Yesus.

Grandpa Choi (Choi Kwi Dong), sebelumnya adalah anak orang kaya di Korea, namun penjajahan Jepang membuat dirinya dibuang ke Siberia. Saat kembali ke kampung halamannya, kemiskinan berada di mana-mana, hal ini terlihat dengan banyaknya pengemis (termasuk dirinya) dan pecandu opium (stress, mencoba melupakan masalah mereka). Kehidupan yang sulit, menjadi pengemis makanan, Grandpa Choi masih mampu menampung dan merawat 18 orang pengemis lainnya (mereka lumpuh, buta dan terkena TBC). Grandpa Choi memberi mereka makan satu persatu, setelah ada sisa baru dia makan. Mengemis makanan tidak untuk diri sendiri tapi untuk menolong mereka yang tidak mampu mencari makanan, padahal Grandpa Choi sendiri menderita penyakit tekanan darah tinggi, kakinya terkena frostbite dan jiwanya agak terganggu.

Pastor John Oh, yang melihat hal ini, berkotbah untuk mencari dana agar mampu membuat rumah penampungan bagi para pengemis, hingga akhirnya 15 November 1976, kedelapan belas orang pengemis menempati sebuah rumah yang disebut House of Love. Hal ini kemudian berkembang menjadi sebuah penampungan yang diberi nama Flower Village/ Kkottongnae. Saat ini Kkottongnae telah menjadi Training Institute of Love, tempat penampungan bayi-bayi yang dibuang orang tuanya, anak-anak cacat mental, orang tua yang menderita (termasuk yang mengalami gangguan jiwa). Syukur banyak relawan yang mau datang kesana membantu meringankan pekerjaan para pekerja sosial disana.

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.