Thursday, March 25, 2010

25.Mar.2010: Love from God (Kasih Allah)



"Let it happen as you have said."

Mary is a pretty girl aged 17 years. Mary has many friends and many of her boy friends who love her. They liked because of Mary, friendly and easy smile. According to the natural beauty of youth.

Competition among the youth, making one player makes a bet, if he can make Maria love him, the player will get the money at stake. Mary did not know about it, because she generally always think well of all his friends.

The Playboy is a great young man, capable, rich, clever flirt and have a good academic reputation. The Playboy has been much loved by the girls, even many girls who would do anything for him.

When the Playboy approached her, and said that he was interested in Mary. Mary smiled and laughed. Maria says, "You are a playboy, everyone knows that even if you are smart, athletic body and rich, but you can love many girl." The Playboy smiled, "It is a blessing. The good news, I'm interested in you, Mary. And maybe I love you, Mary, and it was no longer possible to love another girl." She smiled sweetly, her love for the youth praise the school idol. But his heart said, "Be careful!"

The approach of Playboy has been running almost 6 months to Mary. Ultimatum of his friends are in it, managed to be the boyfriend of Mary or the player must pay. Once the Playboy asked her to accompany her to show their friend party. Because Mary was also invited by the friend who's birthday party, Mary want to go along with the Playboy. Heart of Mary will be happy and proud to go party with the girl's dream boy in school.

Birthday party was really fun even if held in the house. The more nights, more exciting, there was the drinking. Mariy join her friends have fun and to drinking. Mary did not know that in her drink has been included stimulants by the Playboy.

So when the show ended and she asked to leave the Playboy, it came to pass their own show, which made her lose her virginity. Mary thinks that she loves the playboy and the playboy are also loves her. And since then, Mary became the girlfriend of the Playboy. And the Playboy won the betting among the youth.

Two months have passed from the scene, she felt there was something unusual about her. Every morning, she felt a little sick, dizziness and loss of appetite. Mary felt menstrual already too late. So she bought a pregnancy test, and found positive results, she was pregnant. For a moment she was surprised and did not know what to do. Then she called her boyfriend, the playboy, and told him the problem. The Playboy had stopped and then he quickly said, "Abortion, Mary. We're still in school and still have a long future. Do not take that risk." Mary was surprised from her boy friend.

Maria did not know whether she should be an abortion or not. Then she met his mother at night and talk about it and crying. Her mother paused and hugged her. She said, "What has happened, do not need anymore in regret. Let's find a solution and talk to your father." When the father found out, the father asked, "Does your boyfriend know and take responsibility?"
"He knew and he said to abort this and he'll pay all of the cost."
"Talk is easy, but the risk is you who must bear the rest of your life, Mary. According to you, how well, Mary?"
"I'm going to quit school, studying at home by calling the teachers, give birth and then take the exam school after giving birth."
"Is this the best you think, Mary? You will be a young mother, have children who need attention and your affection, and you still have to study to be able to support yourself and your son later."
"I'll do it! Whatever happens, let happen. One mistake is enough for me and I do not want to make mistakes that may be regret in my life."
"We support you, Mary. Strong your heart and go on your intentions. We'll find the best solution for you, Mary."


Bible References:
Isaiah.7:10-14;8:10 + Psalms.40:7-11 + Hebrews.10:4-10 + Luke.1:26-38
Yes.7:10-14;8:10 + Mzm.40:7-11 + Ibr.10:4-10 + Luk.1:26-38



"Jadilah padaku menurut perkataan-Mu."

Maria adalah gadis cantik berumur 17 tahun. Maria mempunyai banyak teman dan banyak di antara teman-teman lakinya yang menyukainya. Mereka menyukai karena Maria, orang yang ramah dan mudah tersenyum. Kecantikan yang alami menurut para pemuda.

Persaingan di antara pemuda, membuat salah seorang playboy membuatnya menjadi taruhan, bilamana dia dapat membuat Maria mencintai dirinya, sang playboy akan mendapatkan uang taruhan. Maria tidak tahu hal itu, karena Maria pada umumnya selalu berpikir baik terhadap semua temannya.

Sang Playboy memang pemuda hebat, cakap, kaya, pintar merayu dan mempunyai reputasi akademik yang bagus. Sang Playboy telah banyak dicintai para gadis, bahkan banyak gadis yang rela melakukan apapun demi dia.

Ketika sang Playboy mendekati Maria, dan mengatakan bahwa dia tertarik dengan Maria. Maria tersenyum dan tertawa. Maria mengatakan, "Kamu itu, playboy, semua orang tahu bahwa walaupun kamu pintar, berbadan atletis dan kaya, namun kamu mampu mencintai banyak wanita." Sang Playboy tersenyum, "Itu adalah berkat. Kabar baiknya, aku tertarik padamu, Maria. Dan mungkin sekali aku mencintaimu, Maria, dan rasanya tidak mungkin lagi mencintai wanita lain." Maria tersenyum dengan manis, hatinya senang karena pujian pemuda yang menjadi idola sekolahnya. Namun hati kecilnya mengatakan," Berhati-hatilah!"

Pendekatan Sang Playboy sudah berjalan hampir 6 bulan kepada Maria. Ultimatum dari teman-temannya adalah bulan itu, berhasil menjadi pacar Maria atau sang playboy harus membayar. Suatu ketika Sang Playboy mengajak Maria untuk menemaninya ke acara pesta teman-temannya. Karena Maria juga diundang oleh teman yang berpesta ulang tahun itu, Mariapun mau pergi bersama sang Playboy. Hati Maria senang karena akan pergi pesta dengan pemuda idaman para gadis di sekolahnya.

Pesta ulang tahun itu benar-benar meriah walaupun diadakan di rumah. Semakin malam, semakin seru, ada acara minum-minum. Mariapun ikut teman-temannya bergembira dan ikut minum. Maria tidak tahu bahwa di dalam minumannya telah dimasukkan obat perangsang oleh sang Playboy.

Maka ketika acara berakhir dan Maria diajak pulang sang Playboy, terjadilah acara mereka sendiri, yang membuat Maria kehilangan kegadisannya. Maria berpikir bahwa dia mencintai sang playboy dan sang playboy juga mencintainya. Dan sejak saat itu, resmilah Maria menjadi pacar sang Playboy. Dan sang Playboy memenangi pertaruhan di antara para pemuda.

Dua bulan telah berlalu dari kejadian itu, Maria merasa ada sesuatu yang tidak biasa pada dirinya. Setiap pagi, dia merasa agak mual, pusing dan kurang nafsu makan. Maria merasa haidnya sudah terlambat. Maka Maria membeli alat tes kehamilan, dan ternyata hasilnya positip, Maria hamil. Sesaat Maria terkejut dan tidak tahu harus bagaimana. Kemudian Maria menelpon sang kekasih, sang playboy, dan menceritakan masalahnya. Sang Playboy sempat terdiam dan kemudian dengan cepat dia berkata, "Gugurkan, Maria. Kita masih sekolah dan masih mempunyai masa depan yang panjang. Jangan ambil resiko itu." Maria terkejut dengan ucapan sang Playboy kekasihnya itu.

Maria tidak tahu apakah dia harus menggugurkan kandungannya ini atau tidak. Lalu Maria menemui ibunya pada malam harinya dan menceritakan hal itu sambil menangis. Ibunya terdiam dan memeluk Maria. Katanya,"Apa yang sudah terjadi, tidak perlu lagi di sesali. Mari kita cari solusinya dan berbicara dengan ayahmu." Ketika sang Ayah mengetahui hal itu, sang Ayah bertanya,"Apakah pacarmu sudah tahu dan mau bertanggung jawab?"
"Dia sudah tahu dan katanya gugurkan kandungan ini dengan biaya dari dirinya."
"Bicara memang mudah, tapi resikonya kamu yang harus menanggung seumur hidupmu, Maria. Menurut kamu, bagaimana baiknya, Maria?"
"Aku akan berhenti sekolah, belajar di rumah dengan memanggil guru, melahirkan dan kemudian ikut ujian sekolah setelah melahirkan."
"Apakah ini yang terbaik menurutmu, Maria? Kamu akan menjadi seorang ibu muda, mempunyai anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayangmu dan kamu masih harus menuntut ilmu agar mampu menghidupi dirimu dan anakmu nantinya."
"Aku akan melakukannya! Apapun yang terjadi, biarlah terjadi. Satu kesalahan sudah cukup untukmu dan aku tidak mau membuat kesalahan yang mungkin akan kusesali seumur hidupku."
"Kami mendukungmu, Maria. Tabahkan hatimu dan teruskanlah niatmu. Kita akan cari solusi yang terbaik untukmu, Maria."


Lagu:
Kasih dari Surga
memenuhi tempat ini,
Kasih dari Bapa Surgawi,
...

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.