Tuesday, November 10, 2009

Nov.11: Grateful


We're Special! Together We're One!


Wednesday, November 11, 2009.


GRATEFUL


"Is there not among those who returned to give glory to God except this foreigner on?"


A hermit kingdom down to town to see the situation in the city of kings who heard that all residents in good condition. When he entered the city, the city was calm, peaceful and enjoyable for many city dwellers who smiled.

On one occasion, he heard a minister say, "Lord, I am grateful to you, because I can do my job well and I can live properly. It's better than the royal soldiers." The hermit smiled and nodded his head.

Some time later, he saw a soldier said to his friend, another soldier, "We're really lucky, because the kingdom is safe and calm. So we can live without pressure. We are grateful that we can eat 3 meals a day and can eat with a full. We are better than the workers. " His friend, the soldier was nodded his head, a sign that he was agreed. The hermit returned smiling, smiling broadly.

When the hermit will return to his residence, he saw several workers were eating. One of them said, "It's lucky we are, even though we are poor but we have no shortage of food. There are always asking our staff to work anything. And a lot of people having a party or to feed us, after we helped them. So we stay healthy and not needy. "

The hermit who heard this case, re-nodded his head, smiling broadly, he said to himself, "I wish happy for this city and empire, everyone can be grateful for good fortune they have received. Full of gratitude to God and not feel envious of people another. "


Ref.:
Keb.6:1-11
Mzm.82:3-4,6-7
Luk.17:11-19


Rabu, 11 November 2009.


BERSYUKUR


"Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini ?"


Seorang pertapa turun ke kota kerajaan untuk melihat keadaan kota raja yang di dengarnya bahwa semua penduduknya dalam keadaan baik. Ketika dia memasuki kota, terasa kota dalam keadaan tenang, damai dan menyenangkan karena banyak penduduk kota yang tersenyum.

Pada suatu kesempatan, dia mendengar seorang menteri berkata, "Tuhan, saya bersyukur kepadamu, karena aku dapat melakukan tugasku dengan baik dan aku dapat hidup dengan layak. Lebih baik dari pada para prajurit kerajaan." Sang pertapa tersenyum sambil menganguk-angukkan kepalanya.

Beberapa waktu kemudian, dia melihat seorang prajurit berkata pada temannya, prajurit yang lain, "Kita sungguh beruntung, karena kerajaan aman dan tenang. Sehingga kita dapat hidup tanpa tekanan. Kita bersyukur, bahwa kita bisa makan 3 kali sehari dan bisa makan dengan kenyang. Kita lebih baik dari para pekerja." Temannya, sang prajurit itu mengangukkan kepalanya, tanda bahwa ia menyetujui pendapat itu. Sang pertapa kembali tersenyum, tersenyum dengan lebar.

Saat pertapa akan kembali ke tempat tinggalnya, dia melihat beberapa orang pekerja sedang makan dengan lahapnya. Salah seorang dari mereka berkata, "Sungguh beruntung kita ini, walaupun kita miskin tapi kita tidak kekurangan makan. Selalu ada saja yang meminta tenaga kita untuk bekerja apa saja. Dan banyak orang mengadakan pesta atau memberi makan kita, setelah kita membantu mereka. Sehingga kita tetap sehat dan tak berkekurangan."

Sang pertapa yang mendengar hal ini, kembali menganguk-angukkan kepalanya sambil tersenyum lebar, dia berkata dalam hatinya, "Alangkah baiknya kota dan kerajaan ini, setiap orang dapat bersyukur atas rejeki yang mereka terima. Penuh rasa syukur kepada Tuhan dan tidak merasa iri kepada orang lain."

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.