Kalender Liturgi 18 Sep 2025
Kamis Pekan Biasa XXIV
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 1Tim 4:12-16
Mazmur Tanggapan: Mzm 111:7-8.9.10
Bait Pengantar Injil: Mat 11:28
Bacaan Injil: Luk 7:36-50
*Datanglah semua yang letih dan berbeban berat kepada-Ku, karena Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
*Menurut Injil Suci Lukas, pada suatu ketika
seorang Farisi mengundang Yesus makan di rumahnya.
Saat Yesus duduk makan, datanglah seorang wanita pendosa yang terkenal, membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi.
Sambil menangis ia berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, membasahi kaki-Nya dengan air matanya, menyekanya dengan rambutnya, lalu mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi.
Orang Farisi berkata dalam hati, "Seandainya Dia ini nabi, mestinya Ia tahu, wanita berdosa yang menjamah-Nya."
Yesus tahu dan peka sehingga berkata,
"Simon, ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang.
Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
Karena mereka tidak sanggup membayar,
maka hutang kedua orang itu dihapuskannya.
Siapakah di antara mereka akan lebih mengasihi dia?"
"Aku sangka, yang mendapat penghapusan utang lebih banyak!"
Kata Yesus kepadanya, "Betul! Engkau melihat wanita ini?
Aku masuk ke dalam rumahmu, engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku;
tetapi wanita ini membasahi kaki-Ku dengan air mata
dan menyekanya dengan rambutnya.
Engkau tidak mencium Aku,
tetapi sejak Aku masuk, ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak,
tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
Sebab itu Aku berkata kepadamu,
'Dosanya yang banyak itu telah diampuni,
karena ia telah banyak berbuat kasih.
Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih!"
Lalu Yesus berkata kepada wanita itu: "Dosamu telah diampuni. Imanmu telah menyelamatkan dikau, pergilah dengan selamat!"
Orang-orang yang makan bersama Yesus berpikir dalam hati,
"Siapakah Dia ini, maka Ia dapat mengampuni dosa?"
* Ya Tuhan Allahku...
Kamis Pekan Biasa XXIV
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 1Tim 4:12-16
Mazmur Tanggapan: Mzm 111:7-8.9.10
Bait Pengantar Injil: Mat 11:28
Bacaan Injil: Luk 7:36-50
*Datanglah semua yang letih dan berbeban berat kepada-Ku, karena Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
*Saya teringat teman yang pernah kerja bersama di suatu kantor, dibawah meja kerjanya tertulis, jangan seorang pun menganggap dirimu rendah
karena engkau masih muda.
Jadilah teladan bagi orang-orang beriman, dalam perkataan dan tingkah laku,
dalam kasih, kesetiaan dan kesucianmu.
Bertekunlah dalam membaca Kitab Suci, dalam membangun dan mengajar.
Janganlah lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, dan hiduplah di dalamnya, supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.
Awasilah dirimu dan ajaranmu.
Bertekunlah, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua yang mendengarmu.
Dia seorang teman yang baik, cantik, pintar dan muda (saat itu) sehingga banyak orang di kantor yang senang bersamanya karena merasa cocok dengan kepribadiannya yang banyak talentanya namun rendah hati dan murah senyum.
*Dia cantik dan muda.
Jadilah teladan bagi orang-orang beriman, dalam perkataan dan tingkah laku,
dalam kasih, kesetiaan dan kesucianmu.
Bertekunlah dalam membaca Kitab Suci, dalam membangun dan mengajar.
Janganlah lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, dan hiduplah di dalamnya, supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.
Awasilah dirimu dan ajaranmu.
Bertekunlah, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua yang mendengarmu.
Dia seorang teman yang baik, cantik, pintar dan muda (saat itu) sehingga banyak orang di kantor yang senang bersamanya karena merasa cocok dengan kepribadiannya yang banyak talentanya namun rendah hati dan murah senyum.
*Dia cantik dan muda.
Gadis yang menjadi primadona.
Pekerjaannya berhubungan dengan si kaya.
Terkenal melayani dengan sempurna.
*Hatinya tergetar mendengar kemurahan hati-Nya.
Merasakan hidupnya terasa hampa.
Penyesalan mulai datang menghampirinya.
Penyesalan mulai datang menghampirinya.
Merasa tiada arti hartanya.
*Lalu datanglah dia menghampiri-Nya.
*Lalu datanglah dia menghampiri-Nya.
Tiada yang berani melarangnya.
Berlutut menangis dan meminyaki kaki-Nya.
Berlutut menangis dan meminyaki kaki-Nya.
Lalu menyeka dengan rambutnya.
*Menurut Injil Suci Lukas, pada suatu ketika
seorang Farisi mengundang Yesus makan di rumahnya.
Saat Yesus duduk makan, datanglah seorang wanita pendosa yang terkenal, membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi.
Sambil menangis ia berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, membasahi kaki-Nya dengan air matanya, menyekanya dengan rambutnya, lalu mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi.
Orang Farisi berkata dalam hati, "Seandainya Dia ini nabi, mestinya Ia tahu, wanita berdosa yang menjamah-Nya."
Yesus tahu dan peka sehingga berkata,
"Simon, ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang.
Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
Karena mereka tidak sanggup membayar,
maka hutang kedua orang itu dihapuskannya.
Siapakah di antara mereka akan lebih mengasihi dia?"
"Aku sangka, yang mendapat penghapusan utang lebih banyak!"
Kata Yesus kepadanya, "Betul! Engkau melihat wanita ini?
Aku masuk ke dalam rumahmu, engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku;
tetapi wanita ini membasahi kaki-Ku dengan air mata
dan menyekanya dengan rambutnya.
Engkau tidak mencium Aku,
tetapi sejak Aku masuk, ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak,
tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
Sebab itu Aku berkata kepadamu,
'Dosanya yang banyak itu telah diampuni,
karena ia telah banyak berbuat kasih.
Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih!"
Lalu Yesus berkata kepada wanita itu: "Dosamu telah diampuni. Imanmu telah menyelamatkan dikau, pergilah dengan selamat!"
Orang-orang yang makan bersama Yesus berpikir dalam hati,
"Siapakah Dia ini, maka Ia dapat mengampuni dosa?"
* Ya Tuhan Allahku...
Agunglah karya-Mu dan perbuatan tangan-Mu.
Kebenaran keadilan dan titah-Mu.
Lestari untuk selamanya perintah-Mu.
Karena benar dan jujur perkataan-Mu.
*Kauberikan kebebasan kepada umat-Mu.
Karena benar dan jujur perkataan-Mu.
*Kauberikan kebebasan kepada umat-Mu.
Untuk selamanya Kautetapkan perjanjian-Mu.
Kudus dan dahsyatlah nama-Mu.
Pangkal kebijaksanaan takut akan-Mu.
Kudus dan dahsyatlah nama-Mu.
Pangkal kebijaksanaan takut akan-Mu.
Amin.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.