Sunday, September 14, 2025

2509141. Pesta Pemuliaan Salib Suci.

Kalender Liturgi 14 Sep 2025
Minggu Pekan Biasa XXIV

Warna Liturgi: Merah
Bacaan I: Bil 21:4-9
Mazmur Tanggapan: Mzm 78:1-2.34-35.36-37.38
Bacaan II: Flp 2:6-11
Bacaan Injil: Yoh 3:13-17



*Pesta Pemuliaan Salib Suci.


*Saya teringat legenda masa kanak-kanak, tentang tokoh" yang membawa tongkat yang dililit oleh ular. Seringkali dalam cerita Indonesia, dikisahkan tokoh itu adalah nenek/ kakek sihir ataupun tokoh sakti lainnya. Mungkin legenda itu didasarkan dari Kitab Bilangan, ketika umat Israel melawan Allah dan Musa, di Gunung Hor/ di padang gurun di Edom, penyesalan keluar dari Mesir karena tidak ada roti dan tidak ada air serta muak akan makanan hambar (manna). Lalu Tuhan menyuruh ular-ular tedung memagut mereka, sehingga orang Israel banyak yang la mati. Kemudian mereka menemui Musa dan berkata,
"Kami telah berdosa,
sebab berkata-kata melawan Tuhan dan engkau;
berdoalah kepada Tuhan,
supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami."

Musa lalu berdoa, berfirmanlah Tuhan kepadanya,
"Buatlah ular tedung dan taruhlah pada sebuah tiang;
maka setiap orang yang terpagut ular,
jika ia memandangnya, akan tetap hidup."

Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang sehingga mereka yang dipagut ular, lalu memandang ular tembaga itu, ia tetap hidup.
Believe it or Not. Mungkin ini adalah salah satu inspirasi lambang apotek, selain kisah mitologi Yunani.


*Banyak cerita tentang salib yang umumnya tidak baik pada zaman dahulu karena salib adalah lambang penghukuman untuk pemberontak/ penjahat besar tetapi kisah penyaliban Yesus memberikan suatu arti yang baru. Hal ini dijelaskan dalam Surat Rasul Paulus
kepada Jemaat di Filipi, bahwa Yesus Kristus, walaupun dalam rupa Allah,
tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu
sebagai milik yang harus dipertahankan,
Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri,
mengambil rupa seorang hamba,
dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia,
Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai wafat,
bahkan sampai wafat di kayu salib.
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia,
dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama,
supaya dalam nama Yesus
bertekuk-lututlah segala yang ada di langit,
dan yang ada di atas serta di bawah bumi,
dan bagi kemuliaan Allah Bapa
segala lidah mengakui "Yesus Kristus adalah Tuhan."



*Sebagian orang berpikir jika saya baik/ suci/ mulia, saya masuk Surga menerima kebahagiaan abadi. Dan Injil Suci menurut Yohanes, mengisahkan percakapan Yesus dengan Nikodemus di suatu malam, berisi 3 hal penting.

1. Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga,
selain Dia yang telah turun dari surga,
yaitu Anak Manusia.


2. Seperti Musa meninggikan ular di padang gurun,
demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya
beroleh hidup yang kekal.

3. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,
sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia
bukan untuk menghakimi dunia,
melainkan untuk menyelamatkannya.




* Ya Tuhan Allahku...
Takkan kulupakan perbuatan-perbuatan-Mu.
Kusendengkan telingaku mendengarkan pengajaran-Mu.
Kubuka mulut mengatakan amsal-Mu.

*Ketika Engkau menghukum umat-Mu.
Maka mereka sadar mencari-Mu.
Mereka berbalik dan mendambakan-Mu.

Teringat Engkaulah gunung batu.

Ya Allah Engkaulah Penebusku.
Buatlah mulutku dipercaya oleh-Mu.
Hatiku setia pada perjanjian-Mu.
Ya Allahku ampunilah kesalahanku.

Amin.

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.