Saturday, September 23, 2017

Bacaan Liturgi 23 September 2017 Sabtu Pekan Biasa XXIV. Santo Padre Pio (1887-1968), seorang imam yang suci dan mendapat anugerah stigmata.

Bacaan Liturgi 23 September 2017

Sabtu Pekan Biasa XXIV


Bacaan Pertama
1Tim 6:2c-12
Hai manusia Allah, kejarlah keadilan.


Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius:

Saudara terkasih, ajarkanlah dan nasihatkanlah semua ini.
Jika ada orang yang mengajarkan ajaran lain,
dan tidak menurut ajaran sehat,
yakni ajaran Tuhan kita Yesus Kristus,
dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan iman kita,
dialah orang yang berlagak tahu, padahal tidak tahu apa-apa.
Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata,
yang menyebabkan dengki, iri hati, fitnah dan curiga,
percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat,
yang kehilangan kebenaran,
yang mengira agama itu suatu sumber keuntungan.
Memang iman itu kalau disertai rasa cukup,
memberi keuntungan besar.
Sebab kita tidak membawa apa-apa ke dalam dunia ini,
dan kita pun tidak membawa apa-apa ke luar.

Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
Tetapi mereka yang ingin kaya, terjatuh ke dalam pencobaan,
ke dalam jerat dan pelbagai nafsu
yang hampa dan yang mencelakakan,
yang menenggelamkan manusia
ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang.
Karena memburu uanglah,
maka beberapa orang telah menyimpang dari iman
dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai penderitaan.

Tetapi engkau, hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu,
kejarlah keadilan, takwa, kesetiaan, cinta kasih, kesabaran dan kelembutan hati.
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar
dan rebutlah hidup yang kekal.


Untuk itulah engkau telah dipanggil;
untuk itulah engkau telah mengikrarkan ikrar yang benar
di depan banyak saksi.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 144:1-4
R:1a
Terpujilah Tuhan, gunung batuku.


*Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku!
Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku,
kota bentengku dan penyelamatku;
Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung.

*Ya Tuhan, apakah manusia itu, sehingga Engkau mengingatnya?
Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
Manusia tak ubahnya seperti angin,
hari-harinya seperti bayang-bayang berlalu.

Bait Pengantar Injil
Luk 8:15
Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah
dalam hati yang baik dan tulus ikhlas
dan menghasilkan buah dalam ketekunan.


Bacaan Injil
Luk 8:4-15
Yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan sabda itu
dan menyimpannya dalam hati, dan menghasilkan buah dalam ketekunan.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Banyak orang datang berbondong-bondong dari kota-kota sekitar kepada Yesus.
Maka kata Yesus dalam suatu perumpamaan,
"Adalah seorang penabur keluar menaburkan benih.
Waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan,
lalu diinjak-injak orang
dan dimakan burung-burung di udara sampai habis.
Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu,
dan tumbuh sebentar, lalu layu karena tidak mendapat air.
Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri,
sehingga terhimpit sampai mati
oleh semak-semak yang tumbuh bersama-sama.
Dan sebagian jatuh di tanah yang baik,
lalu tumbuh dan berbuah seratus kali lipat."

Setelah itu Yesus berseru,
"Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar,
hendaklah mendengar."


Para murid menanyakan kepada Yesus maksud perumpamaan itu.
Yesus menjawab,
"Kalian diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Allah,
tetapi hal itu diwartakan kepada orang lain dalam perumpamaan,
supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat,
dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.

Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah sabda Allah.
Yang jatuh di pinggir jalan
ialah orang yang telah mendengarnya,
kemudian datanglah Iblis,
lalu mengambil sabda itu dari dalam hati mereka,
supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu,
ialah orang yang setelah mendengar sabda itu,
menerimanya dengan gembira,
tetapi mereka tidak berakar.
Mereka hanya percaya sebentar saja
dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
Yang jatuh dalam semak duri,
ialah orang yang mendengar sabda itu,
dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit
oleh kekuatiran, kekayaan dan kenikmatan hidup,
sehingga tidak menghasilkan buah yang matang.

Yang jatuh di tanah yang baik
ialah orang yang mendengar sabda itu
dan menyimpannya dalam hati yang baik,
dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."


Demikianlah Injil Tuhan.

#

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10210110203418459&id=1439007852


*Percik Firman* : Berbuah dalam Ketekunan
Sabtu, 23 September 2017
Peringatan Wajib Santo Padre Pio (Imam)

Bacaan: Lukas 8:4-15

"Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan" (Luk 8:15)

Saudari/a ku ytk.,
Hari ini Gereja merayakan peringatan *Santo Padre Pio (1887-1968),* seorang imam yang suci dan mendapat anugerah stigmata. Dia lahir di kota Pietrelcina, Italia selatan. Anak kelima dari delapan bersaudara ini berasal dari keluarga petani sederhana, Bapak Grazio Forgione dan Ibu Maria Giuseppa De Nunzio.

Pada tanggal 20 September 1918, ketika Padre Pio berdoa di depan sebuah Salib di kapel tua, sekonyong-konyong suatu sosok seperti malaikat memberinya stigmata. Stigmata itu terus terbuka dan mencucurkan darah selama limapuluh tahun.

*Stigmata* adalah tanda luka-luka Yesus yang tersalib, yang muncul secara tiba-tiba pada tubuh seseorang. Bisa luka-luka paku di kaki dan tangan, luka tombak di lambung, luka di kepala akibat mahkota duri, dan luka bilur-bilur penderaan di sekujur tubuh, teristimewa di punggung.  Stigmata dapat kelihatan, dapat pula tidak kelihatan; dapat permanen, dapat pula sementara waktu saja. Dalam sejarah Gereja hanya ada *3 orang kudus* yang dinyatakan resmi menerima anugerah stigmata ini, yaitu *Santo Fransiskus Asisi, Santa Katarina dari siena, dan Santo Padre Pio.* Padre Pio dinyatakan kudus/santo oleh Paus Yohanes Paulus II di Roma pada tanggal 16 Juni 2002.

Bacaan injil hari ini berbicara tentang biji yang berbuah dan tidak berbuah. Biji yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman Tuhan, menyimpannya dalam hati yang baik, dan MENGELUARKAN BUAH DALAM KETEKUNAN. Bagaikan sebuah tanaman yang tumbuh, berakar dan berbuah,  demikian pula hidup kita sebagai anak-anak Allah. Santo Padre Pio adalah salah satu contoh pribadi yang terus bertumbuh dan berbuah pada zaman modern ini.

Orang yang hidupnya mengikuti bimbingan Roh Kudus akan menghasilkan buah-buah roh. Santo Paulus menyebut ada *9 buah roh* dalam Galatia 5 : 22-23, yaitu: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Hal yang sangat penting dalam pertumbuhan iman adalah berbuah, yakni mengerjakan dan melakukan Firman Tuhan dalam hidup kita dan siap diutus melayani serta mewartakan kabar gembira (berevangelisasi).

Terkait dengan pertumbuhan dan berbuah, dalam audiensi di Roma hari Rabu kemarin (20/9), *Paus Fransiskus* menegaskan, "Jangan pernah berpikir bahwa pertempuran yang kamu lakukan di sini sia-sia belaka. Karamnya kapal tidak menunggu kita di akhir keberadaan kita: mengalahkan kita adalah sebuah benih yang mutlak. Allah tidak mengecewakan: jika Ia telah meletakkan pengharapan di dalam hati kita, *Ia tidak ingin memberangusnya dengan frustrasi yang berkesinambungan.* 

Lebih lanjut diungkapkan Bapa Suci,  "Berdirilah di manapun kamu berada! Jika kamu berada di tanah, bangunlah! Jangan pernah jatuh, bangunlah, biarkan dirimu dibantu untuk berdiri. Jika kamu terduduk, mulailah berjalan! Jika kebosanan melumpuhkanmu, singkirkanlah kebosanan itu dengan karya-karya kebaikan! *Jika kamu merasa hampa dan kehilangan semangat, mintalah Roh Kudus untuk kembali mengisi kekosonganmu."*

*Pertanyaan Refleksinya:*

 Bagaimana situasi batin dan hidup beriman Anda akhir-akhir ini?

 Maukah Anda selalu minta Roh Kudus untuk kembali mengisi kekosongan hatimu saat merasa hampa dan kehilangan semangat?

Banyak jalan rusak parah
Lubang di sana lubang di sini
Janganlah mudah menyerah
Percayalah Tuhan menyertai.


Berkah Dalem dan salam teplok dari Roma. (Y. Gunawan, Pr)

#


Mutiara Iman

*TIDAK BERCACAT*

23 September 2017


_"Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela"_
(1Tim 6:16)

Lectio
1Tim 6:13-16; Mzm 144:1a, 2abc,3-4; Luk 8:4-15

Setelah selesai kuliah, Jongki pulang ke tempat kosnya, lalu bergegas mandi dan bersiap-siap.
Lalu temannya, Toni bertanya :
"Jong, kamu mau ke mana? Temenin gua dugem yuk malam ini. Baru terima transferan dari nyokap nih!"
Jawab Jongki :
"Aku ada PD OMK malam ini. Saranku lebih baik kau simpan uang itu, atau bagikan pada orang miskin daripada pergi dugem. Atau ikut aku saja ke PD. Asyik banget kita bisa berdoa, memuji Tuhan, mengakui dosa sekalian bertemu teman-teman baru."
Tetapi Toni menjawab :
"Aduh Jong PD untuk orangtua! Mumpung masih muda, kita enjoy life dulu!"
Lalu Jongki keluar dan menjawab :
"Siapa yang jamin hidupmu bisa sampai tua? Mengapa tidak kita gunakan HIDUP ini dengan SETIA kepada TUHAN, sampai kapan saja kita kembali kepada-Nya?"
"Oke okei.. Tunggu ya. Gua ikut loe PD. Untung loe sudah kasih gua kotbah!" kata Toni sambil berlari ke kamarnya.

Paulus berkata dalam suratnya :
"Turutilah perintah ini, dengan tidak BERCACAT dan tidak BERCELA, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya."

KESETIAAN akan Sabda Tuhan adalah jalan menuju KESELAMATAN.

Oratio
Ya Yesus, Engkaulah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Amin

Missio
_Marilah kita jalani hidup yang merupakan proses PENGUDUSAN._

*Have a Blessed Saturday.*


Mutiara Iman.org

#


SabdaNya Sabtu 23 - 09- 17

1 Tim 6 : 13-16              Luk 8 : 4-15

Shalom,
melihat begitu banyak orang yg mengerumuniNya, Kristus memberikan perumpamaan tentang Kerajaan Allah kepada mereka. 
Kristus memberi gambaran bagaimana Allah seperti seorang penabur yg menaburkan bibit disepanjang jalan yg dilewati.


Dalam hal ini Kristus mau mengatakan bahwa Allah pun selalu menaburkan bibit Firman kepada semua orang. Meskipun bibit yg ditaburkan sama, tetapi kenyataannya dapat memberi hasil yg sangat berbeda, karena sangat tergantung pada jenis tanah. 

Ada orang yg ketika mendengar Firman, tidak percaya, menganggapnya tidak lebih dari sebuah cerita/ dongengan biasa. Orang yg seperti ini adalah orang yg hatinya keras, seperti tanah dipinggir jalan. Dg demikian bibit Firman sama sekali tidak berdampak apa2 baginya.


Ada orang yg menerima Firman dg antusias dan gembira, tetapi tidak punya keberanian untuk mempraktekkannya. Dg demikian batu2 persoalan didalam kehidupan se hari2 akan menghimpit, membuat bibit Firman yg sebenarnya telah mulai bertumbuh akhirnya mati begitu saja. 


Dalam kesempatan lain Kristus mengatakan orang yg mendengar Firman tetapi tidak mau mempraktekkannya didlam kehidupan, dia seperti membangun rumah diatas pasir. Ketika ada persoalan, ada angin keras yg bertiup, dg mudah rumah akan roboh.


Ada juga orang yg menerima Firman Tuhan dg antusias dan berusaha mempraktekkannya, tetapi dia tidak rela/tidak punya keberanian untuk meninggalkan kebiasaan2 buruknya. melepaskan berhala2 lain yg ada dihatinya seperti kekayaan, kenikmatan2 daging, ambisi berkuasa dlsb.  Dg demikian, ketika Firman Tuhan berbenturan dg berhala2 tsb, firman yg akan dikalahkan.


Yg terbaik adalah ketika benih Firman diterima dg hati yg terbuka dan penuh syukur sehingga mengubah kehidupan lama kita. Firman akan menguasai hati dan pikiran kita sehingga buah Roh (damai, suka cita, penguasaan diri dlsb) senantiasa tampak didalam diri kita. Kedamaian hidup akan membuat kita semakin peka untuk mensyukuri segala kelimpahan anugerah Allah sehingga kitapun akan tergerak untuk juga membahagiakan sebanyak mungkin orang yg kita jumpai.

Dg mengatakan tentang perumpamaan tsb, Kristus memberi peringatan kepada orang2 banyak yg mengerumuninya tsb. Sekalipun semua yg disitu menerima pengajaran yg sama, melihat teladan kasih dari Kristus yg sama, tetapi apakah Firman itu sungguh bekerja dan memberi kebahagiaan dan kedamaian atau tidak, sangat tergantung sikap mereka sendiri.


Karena itu Paulus pun berseru : Turutilah perintah (Firman) ini dg tidak bercela,hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diriNya (sebagai Hakim Agung didalam Penghakiman Terakhir)' (1 Tim 6:14-15). 


Kita jangan hanya menjadi pendengar2 tetapi harus berusaha menjadi pelaku2 Firman yg tangguh.

Kita adalah murid2 Kristus sehingga setiap hari dianugerahkan begitu banyak FirmanNya. 
Kita adalah sahabat2Nya sehingga Dia berkenan memberi kita karunia Roh untuk percaya dan mengetahui rahasia Kerajaan Allah.


Karena itu marilah kita selalu periksa diri. Saat hati mulai mengeras karena kekecewaan, atau ketika godaan iblis, dunia dan kedagingan menggoncang hati, janganlah lari menjauh dari Nya, tetapi justru larilah untuk  mencari Dia, berlutut dihadapanNya agar Dia meneguhkan dan menguatkan kita lagi. 
Justru dg melewati segala tantangan dan godaan, iman kita akan semakin teguh dan buah2 Roh akan semakin tampak dalam pribadi kita.
Gbu all n hv a nice weekend.

#

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.