Saturday, August 17, 2013

REN" Sabtu, 17 Agustus 2013. Kemerdekaan.

[KOMSOS_KAJ] 17agt


 HR KEMERDEKAAN RI:


Sir 10:1-8;
1Ptr 2:13-17;
Mat 22:15-21


"Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"


"Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoesaan d.l.l., diselenggarakan

dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja .

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05. Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta", demikian bunyi teks Proklamasi RI tanggal 17 Agustus

1945. Konon ditulis 05 karena sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu

adalah tahun 2605.


Negara kita telah merdeka secara territorial sejak

tahun 1945, yang berarti telah merdeka selama 68 tahun secara

territorial, namun kiranya masih terjadi penjajahan atau penindasan

baik secara social maupun spiritual. Maka di Hari Raya Kemerkaan RI ke

68 ini marilah kita mawas diri sebagai warganegara: sejauh mana kita

hidup dan bertindak berdasarkan Pancasila, dasar Negara kita yang

tercinta ini.


Perkenankan saya merefleksikan Pancasila dengan terang

Kitab Suci kami, atau ajaran-ajaran Yesus Kristus beserta mereka yang

telah membaktikan diri kepada Yesus Kristus dan sekarang telah

meninggal dunia, sebagai pahlawan atau santo dan santa.


1) Ketuhanan Yang Maha Esa


"Berikan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."(Mat

22:21). Merah-putih itulah warna bendera kita, dan warna putih ada di

bagian bawah. Putih berarti suci/bersih, dengan kata lain sungguh

`memberikan kepada Allah apa yang wajib diberikan kepada Allah".

Berada di bawah berarti menjadi dasar utama atau landasan utama, dan

memang ketika semua warganegara suci atau bersih adanya, maka segala

bentuk hidup, perjuangan dan pelayanan akan baik adanya, itulah warna

merah yang ada di atas. Maka dengan ini kami mengajak segenap

warganegara untuk setia menghayati ajaran agamanya masing-masing dalam

cara hidup dan cara bertindak setiap hari dimana pun dan kapan pun.

Jika kita semua setia menghayati ajaran agama kita masing-masing, maka

percayalah sila ke dua dengan mudah kita hayati bersama-sama.

2) Kemanusiaan yang adil dan beradab


Tumbuh berkembang menjadi manusia yang adil dan beradab merupakan

dambaan kita semua. Adil dan beradab bagaikan mata uang bermuka dua,

dapat dibedakan namun tak dapat dipisahkan. Makna adil secara mendasar

hemat saya adalah menjunjung tinggi dan menghormati harkat martabat

manusia, maka ketika orang sungguh bertindak adil berarti orang yang

bersangkutan juga beradab. Bertindak adil dan beradab berarti

berbudaya kehidupan, segala sepak terjang dan kinerja orang yang adil

dan beradab akan menghidupkan dan menggairahkan orang lain. Saat ini

masih beberapa orang atau kelompok, misalnya FPI, yang biadab, dengan

mengadakan `sweeping' seenaknya. Namun hemat saya di dalam

keluarga-keluarga juga masih terjadi kebiadaban, meskipun secara

lembut, misalnya kekerasan suami terhadap isteri atau orangtua

terhadap anak-anaknya. Ketika kita semua sungguh bertindak adil dan

beradab, maka persaudaraan atau persatuan Indonesia dapat kita

wujudkan bersama-sama.

3) Persatuan Indonesia


Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari aneka suku dan bahasa.

Sejak Sumpah Pemuda, tahun 1928, telah diperjuangkan adanya persatuan

dengan penyataan "satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa". Apa yang

telah dicanangkan oleh generasi muda itu terus diperjuangkan oleh

tokoh-tokoh nasionalis sampai dinyatakannya `kemerdekaan Negara

Kesatuan Republik Indonesia'. Marilah kita usahakan bersama-sama

persatuan atau persahabatan kita. Hendaknya kita bersama-sama

senantiasa mengusahakan menghayati apa yang sama di antara kita dengan

handal dan mendalam, karena dengan demikian apa yang berbeda di antara

kita akan fungsional memperdalam dan mengembangkan persatuan atau

persaudaraan. Pertama-tama dan terutama kami mengajak dan mengingatkan

para pemuka atau tokoh agama untuk berusaha mengusahakan persatuan dan

persaudaraan sejati, maka paguyuban umat beriman yang sudah dimulai di

daerah-daerah, misalnya di wilayah kabupaten dan kota madya Magelang,

hendaknya dikembangkan di semua wilayah atau daerah di Indonesia ini.

4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan

dalam permusyawaratan/ perwakilan


Para anggota DPR adalah wakil rakyat, karena juga dipilih oleh rakyat

secara demokratis. Maka dengan ini kami harapkan anda semua sungguh

berfungsi mewakili rakyat, apalagi kesejahteraan anda juga dijamin

oleh rakyat. Kebanyakan anggota DPR masa kini kurang mewakili rakyat

dan hanya demi kepentingan pribadi atau partainya, bahkan dengan

seenaknya sendiri melakukan korupsi untuk memperkaya diri. Hendaknya

anda sungguh memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

Ingat anda adalah wakil rakyat, dengan kata lain yang menjadi ketua

atau pimpinan anda adalah rakyat, maka jika anda tidak memperjuangkan

kepentingan dan kesejahteraan rakyat, jangan bertanya jika rakyat

memecat anda melalui aneka cara dan bentuk termasuk demonstrasi.

Kesejahteraan rakyat merupakan barometer atau ukuran keberhasilan

pengabdian anda sebagai wakil rakyat.

5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Seluruh rakyat Indonesia mendambakan keadilan sosial, yang berarti

hidup bersama di Indonesia ini, dimana pun dan kapan pun dalam keadaan

damai dan sejahtera, tidak ada seorangpun yang tertindas atau

menderita. Hemat saya sekiranya tidak ada seorang pun warganegara

Indonesia yang melakukan korupsi, seluruh rakyat Indonesia dapat

hidup damai dan sejahtera. Tidak ada penindasan dan pelecehan harkat

martabat manusia kiranya menjadi dambaan atau harapan kita semua, maka

marilah kita usahakan bersama-sama.

"Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada

raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada

wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat

jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah

kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan

kepicikan orang-orang yang bodoh.Hiduplah sebagai orang merdeka dan

bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk

menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba

Allah.Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah

akan Allah, hormatilah raja!" (1Ptr 2:13-17)


Kutipan di atas ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi

kita bersama-sama, dimana kita diajak melihat dan menyikapi para

pimpinan sebagai `wakil Allah'. Maka pertama-tama dan terutama kami

mengingatkan dan mengajak para pemimpin untuk berusaha hidup dan

bertindak bersama atau bersatu dengan Allah dimana pun dan kapan pun,

dengan kata lain senantiasa hidup baik, bermoral dan berbudi pekerti

luhur. Para pemimpin kami harapkan tidak melakukan kejahatan sekecil

apapun, tidak korupsi atau mengkomersilkan jabatan atau kedudukan.


Sebagai warganegara atau anggota masyarakat kita semua dipanggil untuk

lebih melihat dan mengakui apa yang baik, mulia dan luhur dalam diri

para pemimpin. Maka baiklah kita hayati atau lakukan apa yang mereka

katakan atau arahkan bagi kita semua, karena pada umumnya apa yang

dikatakan sebagai arahan atau nasihat baik adanya, dan jangan hanya

melihat apa yang kurang atau tidak baik dalam diri pemimpin, karena

mereka juga manusia lemah dan rapuh seperti kita.


Kita semua dipanggil untuk saling menghormati sebagai saudara, saling

mengasihi satu sama lain. Ingatlah dan sadari serta hayati bahwa kita

semua berasal dari cinta dan akan kembali ke Yang Tercinta, Allah,

maka selayaknya dalam cara hidup dan cara bertindak kita dimana pun

dan kapan pun kita senantiasa saling mencintai atau mengasihi tanpa

syarat. Marilah kita saling memboroskan waktu dan tenaga kepada

saudara-saudari kita sebagai wujud saling mencintai satu sama lain.


"Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak bermazmur

bagi-Mu, ya TUHAN. Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela:

Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan

hatiku di dalam rumahku.Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila"

(Mzm 101: 1-3a)


Ign 17 Agustus 2013


God Bless All of You.

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.