Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah
Mazmur 62:2
Dalam suatu percakapan ringan dengan seorang teman dari Thailand, ada kekuatiran, apabila rajanya wafat, maka keadaan negara mungkin kacau atau dengan kata lain akan timbul konflik yang hebat antara kelompok-kelomok politik dan tidak ada figur yang bisa mengatasinya
Memang masih banyak manusia yang hidupnya bergantung kepada orang yang lebih kuat, lebih kaya, lebih berkuasa
Dan tidak sedikit yang hidupnya bergantung kepada kepandaiannya, hartanya, posisinya maupun pengaruhnya
Ketika seseorang merasa mapan, seringkali ketergantungan kepada Tuhan semakin berkurang
Sebagai orang percaya kita harus belajar menggantungkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan, tidak peduli apakah keadaan semakin semakin baik, harta semakin bertambah, posisi semakin naik
Demikian juga apabila keadaan kita semakin tidak menentu, masalah semakin besar, hidup semakin sulit dan guncangan besar yang akan menimpa, kita harus belajar seperti Daud yang justru semakin menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan
"Tetapi Daud menguatkan kepercayaannnya kepada Tuhan, Allahnya", itulah pilihan yang diambil oleh Daud sebagai reaksi atas segala persoalan dan keadaan yang tidak menentu yang dihadapinya
Daud sangat percaya bahwa Tuhan adalah pelindungnya dalam segala keadaan, dia berkata: "Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan"
Daud berpusat hanya kepada Tuhan dan tidak pada kekuatannya sendiri, gaya hidupnya bergantung penuh kepada Tuhan
Menghadapi situasi kedepan, kita harus menyadari bahwa kita mempunyai gunung batu dan kota benteng yang kokoh, berlindunglah pada-Nya, maka kita tidak akan goyah, kita akan menjadi tenang, seperti Daud yang berkata; "hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku"
Tuhan Yesus memberkati.
Mazmur 62:2
Dalam suatu percakapan ringan dengan seorang teman dari Thailand, ada kekuatiran, apabila rajanya wafat, maka keadaan negara mungkin kacau atau dengan kata lain akan timbul konflik yang hebat antara kelompok-kelomok politik dan tidak ada figur yang bisa mengatasinya
Memang masih banyak manusia yang hidupnya bergantung kepada orang yang lebih kuat, lebih kaya, lebih berkuasa
Dan tidak sedikit yang hidupnya bergantung kepada kepandaiannya, hartanya, posisinya maupun pengaruhnya
Ketika seseorang merasa mapan, seringkali ketergantungan kepada Tuhan semakin berkurang
Sebagai orang percaya kita harus belajar menggantungkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan, tidak peduli apakah keadaan semakin semakin baik, harta semakin bertambah, posisi semakin naik
Demikian juga apabila keadaan kita semakin tidak menentu, masalah semakin besar, hidup semakin sulit dan guncangan besar yang akan menimpa, kita harus belajar seperti Daud yang justru semakin menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan
"Tetapi Daud menguatkan kepercayaannnya kepada Tuhan, Allahnya", itulah pilihan yang diambil oleh Daud sebagai reaksi atas segala persoalan dan keadaan yang tidak menentu yang dihadapinya
Daud sangat percaya bahwa Tuhan adalah pelindungnya dalam segala keadaan, dia berkata: "Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan"
Daud berpusat hanya kepada Tuhan dan tidak pada kekuatannya sendiri, gaya hidupnya bergantung penuh kepada Tuhan
Menghadapi situasi kedepan, kita harus menyadari bahwa kita mempunyai gunung batu dan kota benteng yang kokoh, berlindunglah pada-Nya, maka kita tidak akan goyah, kita akan menjadi tenang, seperti Daud yang berkata; "hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku"
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.