"Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya" (Mrk 6:4)
Lectio:
2Sam 24:2,9-17; Mzm 32:1-2,5,6,7; Mrk 6:1-6
RESISTENSI
Dari sekian banyak warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di Amerika, beberapa ditanya mengapa mereka bekerja di Amerika dan tidak mau kembali ke Indonesia? Sebagian dari mereka yang kebetulan adalah lulusan dari universitas-universitas ternama di negeri Paman Sam itu menjawab karena sejak kuliah semester terakhir mereka sudah diincar oleh perusahaan-perusahaan besar di Amerika dengan paket kompensasi yang menarik.
Sementara di Indonesia, prestasi mereka tidak dihargai, terbukti bahwa tidak ada perusahaan Indonesia yang meminta mereka untuk bekerja di Indonesia. Keadaan ini menyebabkan begitu banyak orang yang memiliki potensi untuk membangun negeri ini, lebih memilih untuk bekerja dan berbakti di negara orang.
Yesus yang memiliki kuasa untuk mengajar dan menyembuhkan justru ditolak di tempat asal-Nya. Cara berpikir mereka tidak berubah dan mereka lebih melihat siapa Yesus dan dari keluarga mana, dibandingkan dengan pengajaran-Nya.
Kitapun terkadang masih suka mengundang pewarta atau Romo tertentu untuk memberikan renungan dsb dan bukan kepada pengajarannya. Sabda Allah akan masuk apabila kita mau membuka hati, merendahkan hati dan mau menerima Sabda Allah tersebut terlepas siapa dan dari mana latar belakang orang yang mewartakannya. Seperti yang disebutkan bahwa :"Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, Sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengenal Aku."
Oratio:
Ya Tuhan, berilah kami Roh Kerendahan Hati agar mampu menerima setiap Sabda-Mu. Amin
Missio:
Saya akan mendukung dan menerima setiap pewartaan Sabda Allah dari setiap anggota keluarga dan kerabat.
Have a Blessed Wednesday!
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.