Pw. St. Fransiskus dr Sales, Usk PujG
"Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku" (Mrk 3:35)
Lectio:
2 Sam 6:12b-15,17-19; Mzm 24:7,8,9,10; Mrk 3:31-35
KELUARGA KUDUS
Keluarga adalah kelompok terkecil yang akan membentuk karakter pribadi seseorang dan menentukan keberhasilannya. Baik peran kita sebagai ayah, ibu atau anak akan sama pentingnya. Sebuah keluarga akan terpecah ketika sang ayah atau ibunya memiliki WIL atau PIL, atau ketika anaknya terjerat narkoba atau kejahatan lainnya. Begitu banyaknya pasangan suami istri yang bercerai tanpa melihat keberadaan anak ataupun tujuan awal mereka membentuk keluarga.
Dalam bacaan Injil, Yesus memberikan suatu definisi yang lebih luas tentang keluarga, bahwa semua orang yang melakukan kehendak Allah adalah Ibu-Nya dan saudara-Nya.
Demikian juga dalam keluarga kita yang dibentuk melalui Sakramen Perkawinan, selayaknya bersama-sama mendengarkan Sabda Allah dan melakukan Sabda Allah, sehingga tercipta suatu keluarga yang penuh kasih, sama dengan keluarga Kudus dari Nasaret. Saling mendukung, mendoakan, mengingatkan dan bersama dalam menyambut Ekaristi akan menumbuhkan semangat kasih keluarga sesuai dengan teladan Yesus Kristus.
Oratio:
Ya Tuhan Yesus, berilah kami kekuatan supaya mampu membawa keluarga kami untuk melakukan Sabda-Mu dalam setiap kehidupan kami. Amin
Missio:
Saya akan mengajak keluarga doa bersama minimal satu kali sehari.
Have a Blessed Tuesday!
"Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku" (Mrk 3:35)
Lectio:
2 Sam 6:12b-15,17-19; Mzm 24:7,8,9,10; Mrk 3:31-35
KELUARGA KUDUS
Keluarga adalah kelompok terkecil yang akan membentuk karakter pribadi seseorang dan menentukan keberhasilannya. Baik peran kita sebagai ayah, ibu atau anak akan sama pentingnya. Sebuah keluarga akan terpecah ketika sang ayah atau ibunya memiliki WIL atau PIL, atau ketika anaknya terjerat narkoba atau kejahatan lainnya. Begitu banyaknya pasangan suami istri yang bercerai tanpa melihat keberadaan anak ataupun tujuan awal mereka membentuk keluarga.
Dalam bacaan Injil, Yesus memberikan suatu definisi yang lebih luas tentang keluarga, bahwa semua orang yang melakukan kehendak Allah adalah Ibu-Nya dan saudara-Nya.
Demikian juga dalam keluarga kita yang dibentuk melalui Sakramen Perkawinan, selayaknya bersama-sama mendengarkan Sabda Allah dan melakukan Sabda Allah, sehingga tercipta suatu keluarga yang penuh kasih, sama dengan keluarga Kudus dari Nasaret. Saling mendukung, mendoakan, mengingatkan dan bersama dalam menyambut Ekaristi akan menumbuhkan semangat kasih keluarga sesuai dengan teladan Yesus Kristus.
Oratio:
Ya Tuhan Yesus, berilah kami kekuatan supaya mampu membawa keluarga kami untuk melakukan Sabda-Mu dalam setiap kehidupan kami. Amin
Missio:
Saya akan mengajak keluarga doa bersama minimal satu kali sehari.
Have a Blessed Tuesday!
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.